Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Menikmati Tranportasi Tradisional dengan Cara Kekinian

GrabAndong. (Foto: Intagram/ Grab Indonesia)

Setelah GrabBajaj di Jakarta, GrabBetor di Medan dan di Gorontalo, kali ini Grab menghadirkan GrabAndong di Yogyakarta.

YOGYAKARTA – KABARE.ID: Bagimana jadinya jika teknologi dikombinasikan dengan hal yang tradisional? Hal ini diperlihatkan oleh Kementerian Pariwisata dan Grab dengan menghadirkan GrabAndong, berupa transportasi lokal ikonik yang dinilai mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Yogyakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi meresmikan secara langsung GrabAndong bersamaan dengan Malioboro Night Festival 2019 di Jalan Malioboro, Jumat (23/8/2019).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi langkah Grab dalam mengangkat atraksi wisata di Yogyakarta melalui aplikasi GrabAndong. Ia mengatakan peluncuran GrabAndong semakin menguatkan andong yang identik dengan Kota Gudeg.

“Andong sebuah kendaraan yang ikonik di Jogja. Sementara 51 persen wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial pengguna platform digital seperti grab. Jadi tepat sekali meluncurkan GrabAndong ini di Jogja,” kata Menpar.

Menpar Arief juga menjelaskan, melalui fitur GrabAndong, Grab berusaha untuk meningkatkan penghasilan dari mitra GrabAndong melalui peningkatan produktivitas mereka. “Di samping itu, dengan solusi transportasi yang unik dan nyaman, masyarakat di sekitar destinasi wisata juga dapat memperoleh dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Sarasehan Diaspora Maluku di Jakarta

Kehadiran GrabAndong juga tak lepas dari kerja sama Grab dengan Paguyuban Andong Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana layanan ini juga didukung penuh oleh Dinas Perhubungan DIY.

Terkait perawatan kuda, setiap harinya kuda akan selalu diawasi secara intensif, mulai dari perawatan seperti membersihkan kuda, dan merawat sepatu kuda, bahkan memandikannya. Setiap hari, maksimal jalan tiap andong itu sekitar 6-7 jam. Itu pun ketika mereka berhenti, kuda selalu diberi air minum.

Saat ini, ada 500 andong yang tersebar di Malioboro. Namun, untuk fase GrabAndong pertama, hanya 26 andong yang terdaftar untuk proyek awal. Ke depannya, Grab akan menambah lebih banyak mitra pengemudi, yakni sekitar 200 mitra untuk GrabAndong setidaknya dalam waktu enam bulan ke depan.

Selama masa awal peluncurannya, GrabAndong hanya akan beroperasi secara terbatas di sepanjang kawasan jalan Malioboro. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post