Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Menguji Kehebatan Rempah - Rempah Menangkal Virus Corona

Ilustrasi: IST

Sudah sejak lama ramuan rempah rempah, seperti jahe dipercaya memiliki kemampuan untuk meredakan berbagai macam gejala penyakit seperti pilek, radang, migrain, dan hipertensi. Namun apakah benar rempah rempah mampu membunuh virus dan bakteri?

JAKARTA - KABARE.ID: Sejak wabah COVID-19 menyerang, segala produk dengan klaim pencegahan dan penyembuhan mendadak laris manis di pasaran, tak terkecuali ragam rempah nusantara seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Mereka dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa menangkal transmisi virus corona.

Sudah sejak lama ramuan jahe dipercaya memiliki kemampuan untuk meredakan berbagai macam gejala penyakit seperti pilek, mual, radang sendi, migrain, dan hipertensi. Fakta ini tercantum dalam edisi kedua Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects. Herbal yang lazim dikonsumsi dengan madu ini menawarkan senyawa anti-inflamasi termasuk antioksidan--zat yang melindungi tubuh dari kerusakan oleh radikal bebas.

Sementara penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Ethnopharmacol (2013) menyebut seduhan jahe segar--kita mengenalnya sebagai wedang jahe--memiliki khasiat antivirus dan sifat antibakteri. Tim peneliti menemukan bahwa wedang jahe bisa menangkal virus penyebab infeksi pernapasan (HRSV).

Hanya saja takaran jahe dalam penelitian tersebut rata-rata berdosis tinggi, sehingga belum diketahui efek ramuan jahe “penangkal" corona--yang rata-rata dosisnya tidak pasti atau takarannya disupervisi oleh ahli.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) Hardhi Pranata menyebut tanaman herbal lain, yakni kunyit mengandung zat kurkumin yang bekerja meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat serupa diberikan oleh zat polifenol dalam jahe. Kunyit juga memiliki zat anti kataral yang dapat memperbanyak produksi lendir.

Lendir tersebut bisa membantu mengeluarkan virus saat menyerang saluran pernapasan. Hanya saja Hardhi menggarisbawahi efek-efek tersebut baru bisa didapat setelah mengkonsumsi herbal rimpang secara rutin dalam jangka waktu panjang.

Perlu ditekankan bahwa khasiat jahe, kunyit dan rempah rempah lainnya hanya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, bukan membunuh virus maupun bakteri.

Sebagian besar virus (termasuk Civid-19) tersusun dari RNA, protein dan lipid. Bayangkan bentuk virus ini serupa tembok yang disusun dari batu bata dengan perekat berupa kombinasi ikatan hidrogen. Mereka semakin menempel kuat pada permukaan kasar seperti kayu, kain, dan kulit karena permukaan kasar membentuk lebih banyak ikatan hidrogen.

Pondasi kuat virus hanya bisa diruntuhkan dengan kelembaban, sinar matahari (sinar UV), panas (gerakan molekuler), dan air sabun. Jadi cuci tangan dengan sabun terbukti paling ampuh meruntuhkan benteng virus. Dilihat dari struktur penyusunnya sabun mengandung zat seperti lemak yang dikenal sebagai amphiphiles (secara struktural mirip lipid dalam membran virus).

“Molekul sabun bersaing dengan lipid dan ikatan non-kovalen lain yang membantu protein, RNA, dan lipid menempel," jelas Palli Thordarson seorang ahli kimia dari Universitas New South Wales, dilansir dari Market Watch.

Ringkasnya, sabun melarutkan perekat yang menyatukan virus. Disinfektan, atau cairan, tisu, gel, dan krim yang mengandung alkohol  memiliki efek serupa tetapi tidak seefektif sabun. Agen antibakteri dalam produk-produk tersebut tidak banyak mempengaruhi struktur virus.

Boleh-boleh saja minum jahe dan kunyit atau rempah rempah sejenisnya untuk memperkuat daya tahan tubuh. Yang salah adalah menganggap bahwa rempah rempah adalah obat COVID-19. Padahal kita punya cara yang lebih praktis, yakni cukup dengan cuci tangan pakai sabun.


 

Sumber: Tirto.id

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post