Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Mengenal Lebih Dekat, Rumah Adat Lobo

Rumah adat Lobo di Sulawesi Tengah (FOTO/Antara)

Untuk menemukan rumah adat tersebut, cobalah berkunjung ke Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di tengah desa berdiri bangunan adat berukuran 5x4 meter bernama Lobo. Dindingnya hanya setinggi 1 meter, sedangkan selebihnya ke atas terbuka.

JAKARTA-KABARE.CO : Selain kaya akan adat istiadat, suku bangsa dan budayanya, Indonesia juga banyak sekali memiliki rumah adat yang unik dan khas dari berbagai daerah. Rumah tersebut punya banyak fungsi seperti sebagai tempat tinggal, ruang pertemuan sampai dengan dapur.

Nah, rumah ada satu ini khusus untuk tempat pengadilan. Bahkan bisa juga menjadi tempat bermalam. Ya, rumah adat itu adalah Rumah Lobo yang asli dari Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Untuk menemukan rumah adat tersebut, cobalah berkunjung ke Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di tengah desa berdiri bangunan adat berukuran 5x4 meter bernama Lobo. Dindingnya hanya setinggi 1 meter, sedangkan selebihnya ke atas terbuka.

Lobo, yang khas Kulawi (merangkum daerah Pipikoro, Gimpu, Lindu) berfungsi sebagai balai rapat tetua adat, sidang adat, upacara, perayaan panen, dan rapat penentuan kapan membuka ladang. Lobo juga berfungsi sebagai rumah singgah jika ada warga desa lain yang kemalaman di Porelea, bisa bermalam di Lobo. Satu desa punya satu Lobo.

Punya sejarah tragis

Rumah adat Lobo ini pun memiliki sejarah yang sangat tragis. Sebelum rumah adat ini berdiri, awalnya adalah rumah pemukikan masyakat Toro. Namun sebelum masyarakat Toro berdiam di desa tersebut, awalnya mereka bermukim di Desa Malino.

Konon, pada saat itu terjadi sebuah peristiwa yang sangat tragis. Yaitu ketika anak-anak desa tersebut sedang bermain gasing, tiba-tiba ada seorang anak yang dipercaya sebagai anak makhluk halus ikut bermain. Anak Makhluk halus itu menggunakan gasing terbuat dari emas. Dalam permainan itu, gasing emas selalu menang.,

Anak-anak desa itupun menceritakan hal ini kepada orang tuanya. Sontak, orang tua mereka geram. Dari situlah suatu hari para orang tua ini mengintip permainan tersebut. Ketika melihat aksi anak makhluk halus itu, para orang tua pun membunuhnya. Namun, malam harinya peristiwa tragis berdarah terjadi di desa tersebut. Makhluk halus menyerang desa, dan banyak berjatuhan korban.

Warga desa berlarian berpencar ke dua desa. Sampai akhirnya bertahun-tahun mereka dipertemukan lagi di Desa Toro. Di Desa Toro ini warga membuat rumah adat yang di berinama Lobo, yang artinya lobo-lobo, atau pisah-pisahkan. Dari situlah, karena mereka sempat terpisah-pisahkan dan bertemu kembali di Desa Toro, mereka membuat rumah adat tersebut menjadi rumah adat Lobo hingga saat ini. (al/berbagai sumber)

 

Ali

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post