Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Mengemas Produk Budaya jadi Konsumsi Pasar Global

Salah satu sudut di pameran ICRA 2018. Pengunjung bisa menemukan aneka kerajinan, mulai dari dekorasi rumah hingga wastra adati. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Para perancang dan pengrajin kerajinan di Indonesia sesungguhnya beruntung karena Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan budaya dan bahasa yang beragam sehingga mampu memberikan sumber inspirasi yang tak terbatas.

JAKARTA-KABARE.ID: Hal tersebut disampaikan Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Joshua Simanjuntak saat meresmikan pameran Interior & Craft (ICRA) 2018 di Balai Sidang Jakarta/ Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (12/9/2018).

“Kekayaan kerajinan berbasis budaya kita bisa dilihat dari jenis motif kain, mulai dari batik, tenun, hingga songket. Belum lagi aneka kerajinan berbahan dasar kayu, logam, dan batu. Tantangan kedepannya adalah bagaimana kita mengemas sumber inspirasi tersebut menjadi konsumsi pasar global,” kata Joshua.

Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Joshua Simanjuntak saat memberikan kata sambutan di pembukaan ICRA 2018, di JCC, Jakarta, Rabu (12/9/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Mengambil contoh dari seni Shibori, seni celup ikat Jepang yang ikut berpameran di ICRA 2018, Joshua mengatakan para pengrajin Indonesia bisa mencontoh seniman Jepang yang bisa memasarkan produk budayanya hingga ke mancanegara.

"Sehingga kedepannya, pameran kerajinan seperti ICRA ini bukan hanya dijadikan ajang pesta belanja, tetapi juga rujukan para ‘buyers’ dari berbagai negara,” kata Joshua.

Selain menampilkan Shibori, delegasi Jepang juga menampilkan seni Wakaido, yakni pertunjukan drum khas Jepang. Sekali lagi Johsua mengingatkan agar para seniman Indonesia bisa belajar dari jepang bagaimana mengemas tradisi contohnya permainan gendang untuk skala global.

Salah satu sudut di pameran ICRA 2018. Pengunjung bisa menemukan aneka kerajinan, mulai dari dekorasi rumah hingga wastra adati. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Pameran ICRA 2018 dimeriahkan 202 stan pengrajin unggulan dari seluruh Indonesia. Bekraf juga turut memeriahkan pameran ini dengan mengisi 32 stan yang diisi oleh 25 pengrajin pilihan. Produk kerajinan yang ditampilkan merupakan hasil kurasi tim Bekraf yang berlandaskan budaya dengan sentuhan pasar kekinian.

“Biasanya para pengrajin membuat kerajinan satu model saja, misalnya tenun yang identik sebagai kain atau sarung. Nah kita kreasikan dengan konsep kekinian agar kerajinan tersebut bisa digunakan sehari-hari, contohnya menjadi interior kekinian,” kata Joshua.

Pengunjung mengunjungi stan Kabare yang menghadirkan informasi seputar Indonesia@ccess dan Gerai @ccess di pameran ICRA 2018, di JCC, Jakarta. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Turut mendukung pengembangan kerajinan dengan konsep kekinian, Gerai @ccess dan Indonesia@ccess dari Valdo Digital Lab juga ikut membuka stan di pameran ICRA 2018.

Gerai @cces adalah sebuah aplikasi pemberdayaan masyarakat untuk berwirausaha yang memberikan layanan perdagangan dan jasa.

Sementara Indonesia@ccess adalah layanan digital platform untuk pemberdayaan ekonomi rakyat serta mempromosikan Indonesia ke mancanegara di bidang perdagangan, wisata, dan investasi. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post