Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Menengok Perkampungan Suku Sasak Sade yang Mendunia

Foto: istimewa

Desa ini diisi oleh 150 rumah dengan 150 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 700 jiwa yang hidup dan telah dihuni sekitar 15 generasi.

LOMBOK – KABARE.ID: Tak hanya menikmati keindahan alam, Lombok juga menyajikan pesona budaya yang masih kental dan khas. Salah satunya bisa dinikmati di Desa Adat Sasak Sade.

Desa Adat Sasak Sade merupakan salah satu dusun yang terletak di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Sesuai dengan namanya, dusun ini merupakan dusun yang mempertahankan adat dan budaya suku Sasak Lombok.

Karena keunikannya dalam mempertahankan adat budaya tersebutlah, akhirnya Dinas Pariwisata Lombok menjadikan dusun ini sebagai desa wisata adat yang mengenalkan kepada wisatawan mengenai kehidupan dan budaya yang dilakukan sehari-hari di suku Sasak Lombok.

Desa unik yang berjarak sekitar 13 kilometer atau sekitar 30 menit dari bandara ini menghadirkan suasana pedesaan khas suku Sasak Sade. Tak hanya sebuah desa yang menjadi miniatur, Desa Adat Sasak Sade ini adalah desa aktif yang memang dihuni oleh warga asli suku Sasak Sade.

Jadi, saat datang ke desa adat ini, maka kita akan melihat keseharian dari warga asli suku Sasak Sade dalam keseharian dan bermasyarakat, seperti menenun, hingga membuat aksesoris khas suku Sasak yang bisa dibeli.

Desa ini diisi oleh 150 rumah dengan 150 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 700 jiwa yang hidup dan telah dihuni sekitar 15 generasi. Banyak hal unik yang bisa ditemukan di desa adat ini, salah satunya adalah melihat mereka mengepel lantai.

Uniknya, bukan menggunakan sabun pembersih lantai, tapi mereka menggunakan kotoran sapi yang masih hangat, hal itu dimaksudkan agar lantai yang terbuat dari tanah tersebut semakin kokoh dan tidak ada nyamuk yang datang masuk ke rumah.

Meskipun desa ini merupakan desa wisata Sade sudah dikelola secara resmi oleh pemerintah setempat, tapi tak ada tiket masuk alias gratis untuk bisa masuk dan melihat keunikan serta keseharian dari masyarakat suku Sasak Sade ini. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post