Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mendikbud Meresmikan Program Digitalisasi Sekolah di Papua

Mendikbud Muhadjir Effendy (kanan) saat menyerahkan simbolis bantuan digitalisasi sekolah di Wamena, Papua. (Foto: Kemendikbud)

Dalam peresmian itu, Mendikbud memberikan bantuan berupa komputer tablet dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memudahkan guru dan siswa mengakses berbagai sumber belajar digital.

WAMENA – KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meresmikan program digitalisasi sekolah di Provinsi Papua, Selasa (15/10/2019). Program digitalisasi sekolah itu dimulai di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Saya ingin, Kabupaten Jayawijaya, khususnya kota Wamena menjadi ujicoba program digitalisasi sekolah. Oleh karena itu, tadi secara simbolik telah diserahkan gadget kepada kepala-kepala sekolah. Selain gadget, nanti ada PC server, internet dan infokus," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di SMPN 2 Wamena.

"Gadget ini diberikan kepada sekolah untuk dipakai oleh siswa, tetapi tidak boleh dibawa pulang, hanya dipakai selama waktu belajar di sekolah," imbuh Mendikbud.

Melalui digitalisasi sekolah, Mendikbud berharap, tahun depan para peserta didik bisa memanfaatkan platform yang disediakan Kemendikbud yaitu portal rumah belajar sebagai sumber belajarnya.

"Di Kemendikbud ada portal namanya rumah belajar. Di situ bahan-bahan pelajaran semua sudah lengkap. Anak-anak dibimbing oleh guru bagaimana cara mendapatkan bahan pelajaran itu," ujar Mendikbud.

Dengan program digitalisasi sekolah, Mendikbud menerangkan peserta didik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) bisa bersaing dengan peserta didik di daerah maju. "Nanti kemampuan siswa-siswa yang ada di Wamena, tidak akan kalah dengan siswa-siswa yang ada di Jakarta. Kenapa? Karena bahan dan sumber pelajarannya sama dengan siswa yang ada di Jakarta. Tinggal gurunya harus hebat yang ada di sini, agar anak-anak yang ada di sini sama hebat dari yang ada di Jakarta," terang Mendikbud.

Selanjutnya Mendikbud mengimbau guru-guru di daerah 3T segera mengikuti pelatihan tentang penggunaan portal rumah belajar. "Nanti akan kita kirim instruktur untuk melatih guru-guru di sini bagaimana cara belajar menggunakan gadget itu," ujar Mendikbud.

Program digitalisasi sekolah dilaksanakan oleh Kemendikbud pada sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T  melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi. Digitalisasi sekolah juga dilakukan di kepada sekolah-sekolah yang memiliki kinerja baik melalui BOS Kinerja.

Di Kota Wamena, Mendikbud menyerahkan 100 unit komputer tablet kepada Sekolah Menengah Atas (SMA), 100 unit untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 20 unit untuk Sekolah Dasar (SD).

"Ingat, kamu semua punya peluang yang sama. Semuanya bisa menjadi hebat. Dari Wamena pun bisa menjadi orang sukses. Jadi jangan ragu-ragu untuk belajar sungguh-sungguh," pesan Mendikbud.

Selain di Papua, peluncuran program digitalisasi sekolah juga telah dilaksanakan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada pertengahan bulan September lalu.

Program digitalisasi sekolah ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk melakukan pemerataan akses, khususnya berbasis TIK untuk mengurangi kesenjangan di bidang pendidikan. (bas)

 

Sumber: Kemendikbud RI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post