Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mendikbud: Lirik Indonesia Tiga Stanza Penting untuk Diketahui Masyarakat Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Twitter)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah mengatur agar sekolah menyelenggarakan upacara bendera pada hari Senin, dan atau pada hari kemerdekaan, dan hari-hari besar nasional lainnya wajib menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Tiga Stanza sebagaimana diatur pada pasal 17 dan 18 peraturan ini.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kebanyakan masyarakat Indonesia mengenal lagu kebangsaan Indonesia Raya hanya dalam satu stanza saja. Padahal, syair atau lirik pada stanza kedua dan ketiga juga penting untuk diketahui, dipahami, dan dihayati.

"Kita sudah terbitkan peraturan menterinya untuk dapat menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik," kata Mendikbud dalam siaran pers yang dikutip Kabare.id, Selasa (30/10/2018).

Selama ini, lagu Indonesia Raya dinyanyikan dan diperdengarkan hanya sepertiga dari keseluruhan lagu kebangsaan karya Wage Rudolf Supratman tersebut. Namun, sejak 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai memperkenalkan kembali dua stanza lainnya, khususnya di lingkungan pendidikan, agar dapat menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda.

"Padahal masih ada stanza kedua yang merupakan inti, dan stanza ketiga yang merupakan epilog dari lagu kebangsaan ini," kata Mendikbud.

Selaras dengan mendikbud, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan bahwa dalam rangka penguatan pendidikan karakter kepada generasi muda, penanaman nilai-nilai seni budaya dan adiluhung bangsa dilakukan melalui beberapa kolaborasi antara seniman tradisi dan sekolah melalui gerakan Seniman Masuk Sekolah (SMS) yang berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, juga terdapat program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang diselenggarakan setiap tahunnya.

"Sesuai dengan arahan pak menteri, sekarang ini pendidikan karakter tidak hanya terbatasi pada ruang-ruang kelas saja. Siswa dapat belajar di sanggar budaya, museum, cagar budaya, semua kita fasilitasi," tandas Hilmar Farid. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post