Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Memory of Galunggung Bukan Sekedar Memperingati Bencana

Kawah Gunung Galunggung di Tasikmalaya, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Tahun ini, pagelaran Memory of Galunggung bukan lagi sekedar untuk memperingati bencana, tetapi juga untuk merefleksikan ajaran luhur Galunggung, antara lain sebagai pusat keilmuan, peradaban, dan spiritual.

TASIKMALAYA-KABARE.ID: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali akan menggelar “Memory of Galunggung” pada 12-13 Juli 2019. Tahun ini penyelenggaraan itu akan melibatkan seni bela diri pencak silat yang sedang naik daun.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saeful Bachri mengatakan, pencak silat adalah salah satu kebudayaan nusantara yang sangat patut dibanggakan.

“Berbagai prestasi telah dicapai sampai level internasional, mulai dari borongan medali di Asian Games, sampai maestro silat asli Tasikmalaya, Yayan Ruhian berhasil membawa pencak silat ke Hollywood,” ujarnya, belum lama ini.

Memory of Galunggung diselenggarakan setiap tahun untuk mengenang peristiwa meletusnya Gunung Galunggung pada 1982 silam.

Bedanya, tahun ini masyarakat setempat dan penggiat pariwisata berkolaborasi untuk membuat event tahun ini berbeda. Bukan lagi sekedar untuk memperingati bencana, tetapi juga untuk merefleksikan ajaran luhur Galunggung, antara lain sebagai pusat keilmuan, peradaban, dan spiritual.

Tahun ini Memory of Galunggung akan mengangkat tema “Gandrung Mulasara”. Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Galunggung Coffeecamp, Istigosah Akbar, Galunggung Ngabiseka, dan Gandrung Mulasara.

Ada juga Pasar Digital GenPI, Simfoni Galunggung, Padungdung di Puseur Galunggung, permainan tradisional, lomba tumpeng hias, dan movie screening.

Seluruh kegiatan tersebut akan dipusatkan di objek wisata Cipanas Galunggung, Tasikmalaya, Jawa Barat. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post