Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Membuka Perspektif dengan Perjalanan Edukasi

Pengalaman belajar di luar negeri dapat memberikan perspektif baru dalam melihat sesuatu hal, sehingga pandangan pelajar akan lebih luas. Tak hanya itu, pelajar akan mampu berpikir out of the box, berbeda dengan pola pemikirian orang Indonesia pada umumnya.

JAKARTA - KABARE.ID: Tiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsanya. Jepang misalnya, yang menggunakan basis teknologi dan riset dalam mengaplikasikan metode pembelajaran. Sementara guru- guru di Finlandia menerapkan pendekatan yang fleksibel dan tidak membebani anak didiknya. Selain itu, para guru di Finlandia juga melibatkan anak-anak dalam permainan kreatif dan membantu mereka mengembangkan kemampuan sosial

Memang tidak semua sistem pendidikan luar negeri cocok dengan karakter budaya Indonesia. Namun pengalaman belajar di luar negeri bakal memberikan perspektif baru dalam melihat sesuatu hal, sehingga pandangan pelajar akan lebih luas. Tak hanya itu, pelajar akan mampu berpikir out of the box, berbeda dengan pola pemikirian orang Indonesia pada umumnya. 

Berbekal keyakinan tersebut, Adonta Education menawarkan perjalanan pendidikan yang memberikan pengalaman belajar di luar negeri yang dibungkus dalam program Academic Immersion ke beberapa destinasi di luar negeri. Seperti Australia, New Zealand, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Korea, Kanada, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Thailand.  Program Academic Immersion ini biasanya dijalankan selama 1 – 2 minggu.  

Berbeda dengan kebanyakan study tour provider lain lebih condong ke lebih banyak porsi liburan dari pada pembelajarannya sendiri, Adonta Education memberikan program Academic Immersion dengan konten akademis hamper 70% untuk memberikan pengalaman nyata bagi para murid peserta program untuk merasakan sistem pendidikan di negara tujuan, serta mengikuti kegiatan pendukung pendidikan lain yang ada di sekolah / universitas di luar negeri. 

Ide program ini hadir dari masalah yang ditemui sang founder & CEO Adonta Education, Donny D, yang melihat pendidikan di Indonesia belum secara optimal menumbuhkan potensi manusia secara utuh dalam berbagai aspek perkembangan, serta kurangnya perspektif global dalam materi pendidikan formal yang ada di Indonesia. 

Untuk itulah ia berkeinginan memberikan perspektif global kepada pelajar dengan merasakan langsung pengalaman cara belajar mengajar di negara lain. Harapannya, pelajar jadi percaya diri untuk berkomunikasi secara global, merangsang inovasi, mendorong analisa kritis, dan mampu berfikir secara strategis untuk merencanakan sesuatu maupun mengatasi masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.  

“Lewat program ini kami berharap pelajar dan pengajar bisa mengambil nilai positif dari pengalaman belajar di luar negeri, meskipun dilakukan dalam jangka waktu yang cukup singkat semoga pengalaman tersebut dapat dipakai untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia. Sebagai tambahan, pengalaman yang didapat selama program ini dapat membuka mata kita semua termasuk pembuat kebijakan sistem pendidikan di Indonesia,  bahwa sekolah atau kuliah di luar negeri bukan lagi suatu keharusan, karena apa yang dapat kita pelajari di luar mungkin dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkat standar mutu pendidikan Indonesia yang bisa diakui secara international,” kata Donny, dalam keterangan resmi yang diterima Kabare, Selasa (3/3/2020).

Program Academic Immersion dari Adonta Education merupakan paket pembelajaran komplit. Pertama, tentunya, adalah pengalaman pembelajaran di sekolah atau universitas favorit di negara tujuan. Pelajar tidak saja berkesempatan mengikuti proses belajar mengajar secara formal di dalam ruang kelas, para peserta program juga akan secara intensif berinteraksi dengan pelajar-pelajar asing di negara tujuan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di luar kelas selama masa program immersion berlangsung. 

Kedua, para peserta program diajak terjun langsung ke lapangan guna mendapat pembelajaran langsung sesuai dengan minat / tema yang diingankan oleh peserta program.

Misalnya, peserta belajar bagaimana system pembuangan air di Perth, Western Australia mempengaruhi ekosistem sungai, serta mencoba mengukur tingkat keasaman sungai di Perth. Selama sesi ini, peserta belajar langsung oleh staf ahli yang ada bekerja di SERCUL (South East Regional Centre for Urban Landcare) – Satu LSM yang bekerja sama dengan pemerintah Western Australia untuk mengembangkan dan mengimplementasikan cara-cara meningkatkan kesehatan ekosistem air di Western Australia.

Begitu juga ketika peserta mengunjungi  Caversham Wildlife Park, tempat konservasi binatang khas Australia. Selain berkesempatan langsung bersentuhan dengan Kangguru, Koala dan Wombat, peserta program memperoleh pengetahuan tentang pemeliharan fauna Australia. 

“Proses belajar seperti ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta. Selain mendapatkan ilmu, peserta juga akan mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal pembelajaran ke jenjang selanjutnya,” ungkap Donny.

Ketiga, sebagai opsi, program ini pun memberikan kesempatan kepada pelajar peserta program, untuk merasakan tinggal bersama orang tua asuh setempat, dimana mereka merasakan bagaimana cara hidup keluarga di negara-negara yang menjadi tempat tujuan pembelajaran. 

Safety dan security para peserta program menjadi perhatian Adonta Education dalam menjalankan program Academic Immersion ini sehingga pelajar yang ikut akan dibekali dengan travel insurance, health insurance, dan public liability insurance. 

Donny melanjutkan, "sebenarnya tidak ada batasan jumlah peserta di dalam satu perjalanan Academic Immersion ini, namun kami berusaha jumlah peserta di dalam setiap kelompok yang berangkat, tidak lebih dari 30 peserta. Apabila ada satu kelompok / grup yang terdiri lebih dari 30 peserta, biasanya akan dipecah menjadi dua kelompok / grup".

"Adonta Education ingin memberikan kondisi belajar yang optimal, perhatian yang lebih personal kepada setiap pelajar yang menjadi peserta program Academic Immersion ini serta pengalaman Effective and Efficient Learning Environment bagi tenaga pengajar / guru yang ikut mendampingi setiap kelompok / grup," tambah Donny. (*)

 

  

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post