Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Jumat (3/4), 1.986 orang di Indonesia Positif Covid-19, 134 orang sembuh, dan 181 meninggal.
BISNIS

‘Membangun Budaya Perusahaan itu Proses Berkelanjutan’

Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin

Manajemen Bank Bukopin sangat perhatian untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Banyak langkah yang ditempuh untuk itu, salah satunya dengan menyempurnakan career path, career planning serta calender training.

Jakarta - Krisis ekonomi global memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia. Tidak heran apabila banyak yang berpandangan pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi negeri ini. Tetapi tidak demikian dengan Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin.  Krisis global yang berdampak ke Indonesia justru ditanggapi dengan pandangan optimistis. Bekerja dengan maksimal dan memperluas pasar serta menerapkan strategi yang tepat dengan mengimplementasikan budaya perusahaan yang disebut PRIDE (professionalism, respect others, integrity, dedicated to customer, dan excellence).

Dengan semua itu, kinerja perusahaan terus meningkat. Pertumbuhan Bank Bukopin pada tahun 2015 juga membanggakan. “Bank Bukopin tumbuh di atas rata-rata industri perbankan,” jelasnya. Untuk pencapaian kinerja yang baik itu, perusahaan pun memberikan bonus kepada karyawannya. Berikut petikan wawancara dengan Glen Glenardi.

Bank Bukopin terus tumbuh. Apa saja yang dilakukan manajemen?

Kami melakukan perubahan. Kami menjalankan budaya perusahaan (PRIDE) dan melakukan reorganisasi. Organisasi yang overlapping kami satukan. Organisasi baru yang dianggap perlu, seperti pengembangan bisnis dan pelayanan, dibentuk. Perubahan ini mempercepat pengambilan keputusan, sehingga calon debitur tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui proposal kreditnya diterima atau tidak. Bagian pemasaran menjadi lebih fokus. Cabang hanya menjual 3-4 produk, tetapi tepat sasaran.

Bagaimana dampaknya terhadap kinerja perusahaan?

Pada tahun 2015 kami bisa tumbuh di atas rata-rata industri perbankan. Kami akan terus melakukan perkembangan, terutama kepada sumber daya manusia (SDM). Setiap keberhasilan itu dari orang (SDM). Untuk itu, kami terus menyempurnakan career path, career planning dan calendar training agar setiap karyawan mempunyai tujuan karier.

Bank Bukopin memilih kata PRIDE untuk budaya perusahaan. Bisa dijelaskan?

Orang bekerja akan baik kalau mempunyai kepercayaan dan keyakinan. Bahasa manajemennya value atau budaya perusahaan. Budaya perusahaan harus diwujudkan dalam kata atau istilah yang mudah diingat oleh seluruh karyawan. Kami memilih kata PRIDE sebagai budaya perusahaan, merupakan singkatan dari professionalism, respect others, integrity, dedicated to customer, dan excellence.

Bagaimana internalisasi budaya PRIDE kepada karyawan?

Membangun budaya perusahaan itu proses berkelanjutan, tidak cukup setahun dua tahun. Saya terus mengeksplorasi budaya perusahaan menjadi sebuah nilai. Kalau dibilang sukses, belum. Tetapi sebagian besar karyawan sudah paham, iya.

Kami mencanangkan budaya perusahaan pada 2010, dan dievaluasi setiap lima tahun. Tahun 2016 ini saya anggap sebagai masa pemantapan. Diusahakan semua karyawan mampu merealisasikan PRIDE dengan baik.

Bank Bukopin terus mengalami pertumbuhan. Bagaimana hasil tahun 2015?

Tahun 2015  ketika rata-rata industri tumbuh 10%, kami bisa di atas 10%, baik aset, dana pihak ketiga (DPK) maupun laba. Bahkan laba diperkirakan tumbuh di atas 20%. Artinya tingkat produktivitas terus membaik.

Bagaimana harapan tahun 2016 ini?

Harapannya lebih baik lagi, dan selalu optimistis. Sama dengan target dari regulator, tumbuh di atas 12%. Tahun 2015 target regulator pertumbuhan perbankan 14%-15%, tetapi Bank Bukopin tumbuh 19%. Yang terpenting kita melakukan yang terbaik dan terus berdoa. Saya percaya setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan. Serahkan semua kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Teks: La Ode Idris; Foto: Dhodi Syailendra

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post