Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Membangkitkan Kembali Pangan Nusantara

Pengunjung berfoto di salah satu stan Gelar Pangan Nusantara 2018. (Kementan)

Gelar Pangan Nusantara digelar untuk meningkatkan minat masyarakat pada keanekaragaman pangan lokal sekaligus mempromosikan pangan lokal sebagai komoditas ekspor.

JAKARTA-KABARE.ID: Pameran makanan hasil bumi Indonesia, Gelar Pangan Nusantara (GPN) 2018 resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro di Kartika Expo, Balai Kartini, Jumat, (27/7/2018).

Pameran yang akan berlangsung hingga 29 Juli 2018 ini mengusung tema "Menjadikan Pangan Lokal Nusantara Berdaya Saing Global".

“Saya berharap acara GPN kali ini dapat membangkitkan kembali pangan Nusantara sehingga mampu berdaya saing global serta peningkatan pengembangan jumlah kerja sama antara petani, dunia usaha, dan lembaga riset," ujar Syukur Iwantoro.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kepulauan Meranti Irwan yang juga Ketua Asosiasi Penghasil Sagu berharap, pemerintah dapat menggandeng Bulog untuk menampung produksi sagu sehingga merangsang petani sagu untuk terus berproduksi dan memiliki nilai jual.

"Saya juga berharap pemerintah dapat memasukan sagu sebagai bahan pangan pokok alternatif di Indonesia, sehingga  sagu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata dia.

Produk tepung dari berbagai bahan, seperti ubi, singkong, pisang, kentang, dll. (Kementan)


Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara terkaya kedua di dunia dalam keanekaragaman hayati karena memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan.

Keanekaragaman pangan tersebut, dapat memperbaiki kualitas konsumsi pangan yang ditunjukkan dengan peningkatan skor Pola Pangan Harapan dari 86,0 pada tahun 2016 menjadi 90,4 pada tahun 2017.

Dari sisi produksi, penganekaragaman pangan dapat menumbuhkan beragam usaha pengolahan pangan, seperti sagu dan jagung menjadi produk intermediat seperti tepung maupun produk olahan lain seperti papeda, nasi jagung, dan lainnya.

Produk yang dibuat dari hasil bumi Nusantara. (Kementan)

 

Gelar Pangan Nusantara diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementan dan diikuti 113 stan dari berbagai bidang, mulai dari instansi pemerintah, swasta, pelaku bisnis, UKM, koperasi, dll.

Rangkaian acara terdiri dari: gerakan cinta makanan Indonesia, temu bisnis, pameran pangan Nusantara, talkshow, bazar pangan murah, toko tani Indonesia centre (TTIC), pojok icip-icip, wisata edukasi, aneka lomba, hiburan musik, games dan doorprize.

Pameran buka mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dan terbuka untuk umum. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post