Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Memanfaatkan Peluang Bisnis Lilin dari Perayaan Imlek

Membuat Lilin Imlek. (Antara Foto/Ari Bowo Sucipto)

Lilin imlek dengan bahan baku parafin di sebuah industri lilin rumahan Kendalpayak Malang, Jawa Timur, Senin (16/1). Perajin lilin di kawasan tersebut mengeluhkan harga bahan baku parafin yang naik dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram sehingga mengurangi jumlah keuntungan.

Malang - Tahun baru Imlek tahun yang jatuh pada tanggal 28 januari 2017 membuka pintu rezeki bagi sejumlah kalangan di Indonesia. Tidak hanya umat Konghucu yang merayakan, Imlek juga menjadi berkah bagi masyarakat karena banyak lapangan bisnis menarik yang bisa dimanfaatkan.

Salah satu bisnis menarik yang tepat untuk dijalankan jelang Imlek adalah bisnis lilin Imlek. Lilin ini sangat dibutuhkan di klenteng-klenteng, ataupun juga untuk dinyalakan di rumah orang-orang yang merayakannya.

Wawan salah satu pelaku industri lilin rumahan di Malang mengaku pemesannya pun tidak hanya datang dari sekitar Malang saja, melainkan sudah ke luar kota.

“Lumayan, banyak yang pesan. Kalau lilin yang kecil biasanya dipakai untuk sembahyang kubur. Sedangkan yang besar biasanya dipakai Pekong untuk Imlek,” ujar Wawan di Malang, Senin (16/1).

Selain menjadi penerangan ruangan, lilin dijadikan pembakar hio yang digunakan jemaat. Lilin juga memiliki makna dan harapan dalam tradisi Tionghoa yang berarti dapat memberikan penerangan kepada umat dan seluruh keluarga dalam menjalani hidup.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post