Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melihat Lima Tradisi Pemakaman Indonesia di PKN 2019

Tenda tempat lima tradisi pemakaman Indonesia dan mumi asli yang dipamerkan di Pekan Kebudayaan Nasional 2019. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Pengunjung diperbolehkan mengambil foto dengan syarat tidak menyalakan flash.

JAKARTA - KABARE.ID: Ragam budaya dari Sabang sampai Merauke ditampilkan dalam Pekan Kebudayaan Nasional yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 7 - 13 Oktober 2019.

Salah satu tema yang menarik adalah lima tradisi pemakaman istimewa dan mumi asli Indonesia yang ditampilkan dalam sebuah tenda khusus.

Ketika baru masuk, Anda bisa menemukan kerangka telentang di atas batu dan dikelilingi oleh beberapa tengkorak kepala berukuran kecil. Berbelok ke kiri, ada replika pocong dengan wajah menghadap ke samping. Di sekelilingnya ada tanah merah, dibuat menyerupai kondisi jenazah yang dikuburkan secara Islam.

Di seberang jenazah, ada tengkorak yang ditaruh acak di atas tumpukan daun. Di dekatnya tertulis 'Trunyan', merujuk sebuah desa di Bali yang memiliki prosesi pemakaman jenazah unik. Di sana, jenazah tak dikubur, melainkan hanya ditaruh di atas tanah, dibiarkan membusuk sampai tinggal kerangka.

Uniknya, masyarakat di sana mengaku tidak mencium bau busuk lantaran banyaknya pohon taru menyan yang mengeluarkan wangi semerbak.

Namun, tak semua warga di Desa Trunyan dimakamkan demikian. Hanya mereka yang meninggal secara wajar, masih bujangan, sudah berumah tangga dan anak-anak yang gigi susunya telah tanggal yang berhak dimakamkan demikian. Sedangkan jika yang meninggal adalah anak-anak atau bayi yang belum tanggal gigi susunya, jenazahnya akan disemayamkan sebagaimana mestinya.

Beranjak ke area lapang ada sebuah peti berisi mumi yang diletakkan di atas panggung rendah. Badan mumi terlipat dan tangannya disilangkan di dada.

Efry Wildiansyah, salah satu petugas pameran itu mengatakan, mumi tersebut selama ini disimpan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan. Mengutip penjelasan staf balai, ia menyebut mumi tersebut adalah lelaki dewasa yang berasal dari kalangan bangsawan atau tokoh terhormat. Mumi tersebut ditemukan pada tahun 1950.

"Tapi belum diketahui apakah dia dari Minahasa atau Tana Toraja," katanya.

Hal itu diketahui dari posisi jari tangan. Jempol tangan kanan mayat kering itu dimasukkan di antara jari telunjuk dan tengah. Posisi tangan ini punya kedudukan penting dalam budaya Indonesia sebagai posisi meditasi untuk melepaskan diri dari hal duniawi.

Itulah tadi beberapa tradisi pemakaman istimewa dan mumi asli Indonesia. Penasaran ingin melihatnya langsung? Ayo datang ke Pekan Kebudayaan Nasional 2019. (bas)

Basakoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post