Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melihat Komik Dengan Wujud yang 'Berbeda'

Pengunjung antusias melihat karya komik di Gudang Garam Indonesia Art Award 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Gudang Garam Indonesia Art Award kembali digelar dengan menghadirkan pameran komik sebagai rangkaian acara. Sebanyak 129 karya komik dipajang dengan wujud 'berbeda' dalam pameran ini.

JAKARTA-KABARE.ID: Seni menggambar komik ternyata sudah ada sejak tahun 1920an di Indonesia. Bukti otentik ada di majalah Hindia Belanda, D’Orient tahun 1925 yang menampilkan banyak kartun dan komik strip. Salah satunya memunculkan tokoh Kromo, yang dibuat oleh ‘Ton’.

Sejak saat itu dunia komik terus berkembang ke arah yang lebih baik, kendati beberapa kali mengalami masa sulit, seperti digunakan sebagai propaganda kebudayaan dan produk iklan serta keperluan lainnya.

Salah satu karya di Pameran Gudang Garam Indonesia Art Award (GGIAA) 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Kini menikmati komik tidak hanya tersaji dalam bentuk lembaran kertas. Ada yang dipadupadankan dengan seni instalasi, menjadi film bahkan sebuah lukisan. Komik-komik ‘luar biasa’ ini bisa disaksikan dalam Pameran Gudang Garam Indonesia Art Award (IAA) 2018 di Galeri Nasional Jakarta pada 2-16 April 2018.

Pameran yang terselenggara berkat kerja sama antara Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI) dengan PT Gudang Garam Tbk ini menghadirkan 129 karya komik dari berbagai wilayah, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, hingga Papua.

“Komikus di Indonesia ternyata cukup banyak dan selama ini belum mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Sementara di dunia internasional komik Indonesia sudah mendapatkan apresiasi yang cukup besar,” kata Ketua Umum YSRI Titiek Soeharto di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Komik tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk kertas. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Gudang Garam Indonesia Art Award (IAA) adalah program rutin yang digelar oleh YSRI untuk memberi ruang apresiasi kepada seniman Indonesia. Program ini pertama kali digelar pada 2013, kemudian 2015, dan kembali digelar pada 2018.

Jika sebelumnya menitikberatkan untuk mencari potensi seniman kreatif dalam bidang seni rupa khususnya fine art. Tahun ini menitikberatkan pada karya Pop Art dengan mengusung tema ‘Dunia Komik’.

Komik unik dalam bentuk lainnya. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

 

Pameran ini dikuratori oleh Jim Supangkat, Iwan Gunawan, dan Hitmat Darmawan. Selain menggelar pameran, ada juga rangkaian acara lainnya, seperti bincang-bincang komik yang membahas bahasa budaya cerita gambar, komik sebagai produk budaya, sejarah komik dan perkembangan komik mutakhir.

Bincang-bincang komik tersebut akan digelar pada 16 April 2018, dengan menghadirkan Jim Supangkat, Seno Gumira Ajidarma, Iwan Gunawan, Hikmat Darmawan dan lainnya. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post