Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melihat Keaslian Batik, Tenun dan Mutiara di Pameran Warisan 2019

Salah satu peserta pameran Warisan menunjukkan busana batik yang dibuat dengan teknik melukis. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Pameran Warisan hanya menampilkan produk-produk batik, tenun, dan mutiara asli. Pameran ini dimeriahkan oleh 130 peserta dan menargetkan transaksi ritel sebesar Rp20 miliar.

JAKARTA - KABARE.ID: Bagi anda yang ingin melihat keaslian batik, tenun, dan mutiara yang diambil dari laut Indonesia silahkan mampir ke pameran “Warisan” yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, pada 22 - 25 Agustus 2019.

Direktur PT. Mediatama Binakreasi, Umi Noor Wijiati selaku pihak penyelenggara mengatakan, yang membedakan pameran Warisan dengan pameran batik atau tenun lainnya adalah produk yang ditampilkan benar-benar asli dan bukan hasil print.

"Di pameran Warisan ini memberikan edukasi sekaligus jaminan bahwa produk yang dihasilkan adalah yang asli bukan tekstil bermotif batik. Pameran batik, pameran tenun itu di Jakarta banyak tapi kita satu-satunya pameran yang memberikan garansi," ujar Umi Noor Wijiati di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Ia menjelaskan, kata Warisan yang dipakai sebagai nama pemeran ini merupakan akronim dari Wasiat Agung Negeri Nusantara. Dalam hal ini wasiat yang dipamerkan berupa batik, tenun dan mutiara.

Aneka perhiasan dari mutiara yang diambil dari dalam laut Indonesia yang dipamerkan di Pameran Warisan. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Pada tahun ke empat penyelenggaraannya, kali ini Warisan mengangkat tema “Citra Bahtera Nusantara”. Pameran ini dibuka mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam. Tak kurang dari 130 peserta pameran membawa produk batik, tenun, dan mutiara terbaiknya.

"Tahun ini, Warisan menargetkan transaksi ritel sebesar Rp20 miliar dan 10 ribu orang pengunjung,” jelas Umi.

Tak hanya indah dipandang, kata Umi, produk-produk yang dipamerkan pun terjamin keasliannya.

Batik yang ditampilkan hanyalah batik yang diaplikasikan dengan teknik batik tulis atau batik cap. Begitu juga hasil karya kain tenun NTT yang terkenal serta aneka tenun songket yang mewah dari Palembang. Sementara itu, mutiara yang dipamerkan pun hanya mutiara asli yang berasal dari air laut Indonesia dan telah tersertifikasi.

Semua produk yang mengikuti pameran ini telah melalui proses kurasi yang dilakukan oleh tim kurator. Adapun tim tersebut terdiri dari: Komarudin Kudiya, Romi Oktabirawa, dan Dudung Alie Syahbana sebagai kurator batik. Sementara Zainal Arifin dan Ratna Zhuhry masing-masing didapuk sebagai kurator kain tenun dan mutiara.

Ketua Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi stan salah sati peserta Pameran Warisan usai membuka acara tersebut di Jakarta Convention Center, Kamis (22/8/2019). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien) 

 

Pameran ini dibuka oleh Ketua Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla dan diharapkan menjadi ajang promosi bagi para perajin dan pengusaha batik, tenun, dan mutiara di Indonesia.

Tak hanya bisa melihat berbagai produk kriya yang dipamerkan, para pengunjung pun dapat menikmati pertunjukan musik tradisional selama pameran berlangsung serta menyaksikan Warisan Awards.

Suasana pun akan semakin meriah dengan adanya kuis tebak keaslian batik, tenun, dan mutiara dengan total hadiah jutaan rupiah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian Wastra Indonesia, pameran Warisan tahun ini pun mengajak siswa dan siswi SMK Negeri jurusan tata busana di DKI Jakarta untuk mengikuti workshop dan kompetisi.

Para pengunjung bisa masuk tanpa dipungut biaya ke pameran ini dengan syarat mengenakan busana batik, tenun, atau mutiara. Jika tidak menggunakan salah satu dari ketiganya, pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp100 ribu. (bas)  

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post