Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Melihat Karya Narapidana di IPAFest 2018

Petugas lembaga permasyarakatan menunjukan hasil karya narapidana di IPAFest 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Beragam karya para narapidana ditampilkan di Indonesia Prison Art Festival (IPAFest) 2018. Karya-karya itu antara lain, produk kerajinan tangan, lukisan, makanan olahan, minuman kopi Nusantara, dan hiasan yang terbuat dari limbah atau sampah.

JAKARTA-KABARE.ID: Indonesia Prison Art Festival (IPAFest) 2018 yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, pada 23-24 April 2018 menghadirkan beragam hasil karya kerajinan para narapidana dari seluruh lapas/rutan Indonesia.

Salah satunya hasil karya WBP Lapas Kelas IIA Bekasi dengan produk tempat tisu dari bahas kardus, sabun buatan, miniatur kapal dari tanaman eceng gondok, dan miniatur kendaraan dari limbah koran bekas.

Produk yang ditawarkan berkisar dari Rp30 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
 

IPAFest jadi ajang unjuk kebolehan para narapidana menampilkan keahlian mereka. Salah satunya sebagai barista. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Ada juga Rutan Cipinang Kelas I yang menghadirkan sembilan jenis kopi Nusantara yang dibuat oleh para barista warga binaan rutan Cipinang. Uniknya pengunjung yang ingin mencicipi kopi buatan mereka cukup membayar seiklasnya.

Aksor warga binaan Cipinang mengatakan, awalnya tidak berminat untuk terjun menjadi barista. Namun setelah mencoba, ia justru menemukan hobi baru.

"Pas dipelajari ternyata asik, barista sekarang jadi hobi baru saya," ujarnya saat dijumpai Kabare.id di sela gelaran IPAFest 2018, Senin (23/4).
 

Miniatur kendaraan yang terbuat dari limbah koran, serta beberapa produk lain hasil karya para narapidana yang dipamerkan di IPAFest 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Kemudian ada hasil karya warga binaan Permasyarakatan Rutan Kelas 1 Tangerang berupa produk makanan olahan, produk sabun, miniatur kendaraan dari limbah koran, patung hewan berbahan kayu yang diukir serta lukisan tokoh nasional.

Dian, petugas lembaga Permasyarakatan Rutan Kelas 1 Tangerang menyebutkan, karya-karya yang dipamerkan berkisar antara Rp15 ribu untuk makanan olahan, dan Rp150 hingga Rp600 ribu untuk miniatur dan patung yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

"Dari produk-produk ini, para warga binaan bisa menghasilkan sesuatu. Uangnya bisa digunakan untuk apa saja. Tapi biasanya mereka berikan ke pihak keluarga sebagai nafkah agar bermanfaat," ujarnya.
 

Petugas lembaga permasyarakatan menunjukan hasil karya narapidana di IPAFest 2018. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Ada juga Lapas Perempuan Bandung yang menghadirkan produk-produk untuk perempuan, seperti aneka perhiasan, baju, kain, tas, kue kering, hingga lukisan karya para warga binaan.

Deirma, petugas Lapas Perempuan Bandung menyebut, hasil kerajinan warga binaan yang dipamerkan oleh pihaknya berkisar mulai dari Rp25 ribu sampai Rp350 ribu. 

Kerajinan-kerajinan itu merupakan hasil latihan yang dilakukan warga binaan bersama para pelatih yang datang dari yayasan-yayasan dan pihak Lapas Perempuan Bandung.

"Warga binaan kami juga sering ikut pameran serupa, salah satunya yang rutin digelar oleh Kementerian Perindustrian. Biasanya kami pamerkan produk fesyen dan makanan olahan," ujarnya.

Selain berpameran, para perempuan binaan Lapas Perempuan Bandung juga ikut menari di ajang IPAFest 2018. Sebanyak 8 penari unjuk kebolehan mereka untuk menampilkan Tari Kontemporer.
 

IPAFest jadi ajang unjuk kebolehan para narapidana menampilkan keahlian mereka. Salah satunya seni menggambar batik. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)


Selain empat lapas/rutan yang telah disebutkan, masih banyak lagi stan-stan warga binaan yang ikut berpameran.

Total ada 450 narapidana dari 35 lapas/rutan di seluruh Indonesia yang ikut berpartisipasi di IPAFest 2018.

Mereka juga menampilkan seni tari, pertunjukan musik, pameran lukisan, dan puncaknya adalah drama musikal ‘Merah Putih Narapidana, Kami Berkarya Maka Kami Ada’ yang menampilkan 152 narapidana. (bas)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post