Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Melihat Hasil Karya Mama-mama Papua di Wondama

Hasil karya Mama-mama Papua. Foto: Roly Kasamilale/ Balleo News

Kerajinan yang dihasilkan bukan hanya berupa noken, tetapi juga sepatu, topi, tempat penutup botol hingga tempat tisu.

WONDAMA-KABARE.ID: Hasil karya noken dari mama-mama Papua di Kabupaten Wondama menginspirasi kaum hawa lainnya di Papua Barat. Pasalnya mereka mampu meracik berbagai macam karya dengan apik dan rapi. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Kabupaten Wondama, pada Kamis (11/07).

Kepala Seksi Bidang Pelatihan Organisasi Perempuan, Sherly mengungkapkan, peserta sudah mulai bisa merajut menjadi satu bentuk yang dapat digunakan, bukan hanya noken, tetapi juga sepatu, topi, tempat penutup botol, tas dan tempat tisu. "Peserta yang mengikuti kegiatan akan dibiayai oleh panitia. Selain itu juga peserta akan diberikan pengargaan," jelas Sherly.

Sherly menjelaskan, peserta yang hadir berasal dari dua kampung, yakni Kampung Ramiki 5 orang dan Kampung Rasiyei 6 orang. "Kita berharap agar dengan adanya pelatihan ini, mama-mama papua dapat menangkap pasar dan bisa menjulanya ke luar daerah maupun dalam daerah setiap hasil karyanya. Hal itu akan membantu pendapatan mama-mama Papua itu sendiri," katanya.

Shanty mengakui awalnya mengalami kesulitan karena kebanyakan dari mama-mama Papua belum memiliki keterampilan merajut noken, tetapi berkat kemauan dan kerja keras, mama-mama Papua dapat merajut noken dengan baik.

Hal senada juga disampaikan Orpa, salah satu peserta yang hadir ketika ditemui wartawan. Ia menuturkan kegiatan terebut sangat membantu mama-mama Papua untuk memeproleh pengahsilan tambahan. "Dulunya kita tidak tau membuat noken, namun dengan ketrampilan yang dimiliki ini kami dapat menghasilakan karya-karya yang bagus," ungkapnya.

Ia juga berjanji untuk memberikan pelatihan dan mengajar mama-mama Papua lainnya agar dapat menghasilakan karya yang bagus. (*)

 

Sumber: Kumparan.com
Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post