Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melihat Fungsi Keris Sebagai Sejarah Bangsa

Ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon. (Instagram/@fadlizon)

Masyarakat cenderung melihat dan menilai keris hanya dari sisi mistik atau gaibnya saja. Padahal keris sarat dengan simbol-simbol yang menggambarkan falsafah serta nilai–nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur.

JAKARTA-KABARE.ID: Puluhan Keris Nusantara dipamerkan dalam pameran Keris Nusantara "The Spirit of Keris Nusantara" di Resto Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, pada 16-21 Mei 2018.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon menyampaikan bahwa pameran ini adalah bagian dari upaya SNKI untuk menarik perhatian publik kepada pelestarian keris dan senjata-senjata tradisional lainnya.

"Sebagai karya budaya yang telah hadir dan berkembang dalam kehidupan bangsa kita selama hampir 10 abad, keris memiliki sejarah panjang dan berperan penting dalam proses pembentukan jati diri bangsa," kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Fadli mengatakan, meskipun sudah berjalan 13 tahun sejak keris mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai A Masterpice of The Oral and Intengible Heritage of Humanity, keris masih belum begitu populer di masyarakat seperti warisan budaya Batik atau Wayang. 

Masyarakat cenderung melihat dan menilai sebuah keris hanya dari sisi mistik atau gaibnya saja. Padahal keris sarat dengan simbol-simbol yang menggambarkan falsafah serta nilai–nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur.

"Hal ini yang menjadikan keris lebih dianggap sebagai benda keramat dan menakutkan. Pemahaman salah kaprah inilah yang akhirnya menghilangkan nilai artistik, estetik dan etik sebuah karya cipta budaya warisan para leluhur bangsa," katanya.

Melalui kesempatan ini, kata Fadli, SNKI hadir untuk terus memberikan pemahaman dan pengertian agar masyarakat dapat mengubah cara pandang mereka tentang keris. 

Pameran ini diharapkan dapat menyebarluaskan budaya perkerisan yang lebih pada persoalan esensialnya, yaitu koridor makna nilai: tentang simbol, teknologi, sejarah, dan lain sebagainya yang sangat luas.

"Oleh karena itu di pameran kali ini, setiap keris kita lampirkan deskripsi yang menjelaskan dari berbagai esensi tersebut. Sehingga keris dapat dijadikan sebagai indentitas pemersatu bangsa yang berbudaya tinggi dan lekat dengan masyarakat kita," ungkap Fadli Zon. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post