Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melestarikan Silek, Tradisi Bela Diri Khas Minangkabau

Ilustrasi: Pendeka Silek berlatih di tanah lumpur. (IST)

Silek Art Festival merupakan salah satu langkah untuk menjaga dan melestarikan seni bela diri Silek khas masyarakat Minagkabau. Festival ini berlangsung pada tanggal 19 Agustus hingga 31 Agustus 2019, di lima kota/kabupaten di Provinsi Sumatra Barat.

SUMBAR – KABARE.ID: Setelah sukses menggelar Silek Art Festival I pada tahun lalu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Silek Art Festival II tahun 2019.

Festival ini berlangsung pada tanggal 19 Agustus hingga 31 Agustus 2019, di lima kota/kabupaten di Provinsi Sumatra Barat. Kelimanya yakni Kota Padang pada 19 – 22 Agustus 2019, Kota Solok pada 24 – 25 Agustus 2019, Kota Payakumbuh pada 26 – 28 Agustus 2019, Kabupaten Sijunjung pada 23 – 25 Agustus 2019, dan Kabupaten Agam pada 29 – 31 Agustus 2019.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno saat membuka Silek Art Festival II tahun 2019 menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap silek (silat) Minangkabau. “Silek Art Festival merupakan salah satu langkah untuk menjaga dan melestarikan seni bela diri ini. Keberadaan silek selama berabad-abad diturunkan secara turun temurun dan telah menyebar ke seluruh dunia,”ujar Irwan Prayitno di Taman Budaya Provinsi Sumatra Barat, Padang, pada Senin malam (19/8/19).

Para pendeka silek unjuk kebolehan di Silek Art Festival 2019. (Foto: Kemendikbud RI)


Perhelatan Silek Art Festival II yang bertemakan “Sapakaik Mangko Balega”, dikatakan Irwan, lebih menekankan pada mendokumentasikan dan menginventarisir mengenai silek Minangkabau. Sehingga, masyarakat mendapatkan khasanah baru tentang silek Minangkabau dan menjadi warisan yang dapat diturunkan kepada generasi muda.

Usai membuka Silek Art Festival II, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno membuka pameran Seni Visual bertajuk Garak jo Garik, yang antara lain menampilkan karya seni berupa seni instalasi, komik, lukisan, dan foto, dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan silek dari berbagai daerah di Sumatra Barat.

Pembukaan Silek Art Festival II dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua Majelis Ulama Sumatera Barat, tokoh adat, dan tuo-tuo (pendekar) silek di Minangkabau. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post