Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Melbourne Shympony Orchestra di Indonesia

Melbourne Symphony Orchestra, siap berbagi bakat dan ketrampilan kepada para penonton dan musisi Indonesia di Jakarta dan Yogyakarta. (Foto: Dok Kedutaan Australia)

Musik sebagai wahana prioritas untuk mendorong hubungan yang lebih luas antara orang-orang muda Australia dan Indonesia

JAKARTA-KABARE.ID : Setelah Indonesia dan Australia pekan lalu menandatangani Nota Kesepahaman untuk kerja sama dalam bidang Ekonomi Kreatif, saat ini Melbourne Symphony Orchestra (MSO) -- anggota orkestra tertua di Australia dan salah satu lembaga seni yang paling bergengsi -- telah berada di Indonesia. Mereka hendak berbagi bakat dan keterampilan, dengan penonton dan musisi Indonesia.

Di Jakarta, kuartet gesek dari MSO mengadakan Kelas Master dengan musisi klasik lokal dan tampil di Teater Purnululu, Kedutaan Besar Australia. Sedangkan di Yogyakarta, MSO akan mengadakan Youth Music Camp dengan siswa musik setempat dan tampil di Taman Budaya Concert Hall.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan mengatakan, “Hubungan yang kuat antara salah satu orkestra terkemuka Australia dan komunitas musik klasik Indonesia adalah simbol dari komitmen bersama kami terhadap seni.”  

Di kalangan penonton dan musisi Indonesia, MSO sudah tidak asing lagi. Sejak 2016, telah mengadakan kamp musik tahunan di Yogyakarta. Disambung tahun 2017, orkestra lengkap tampil di panggung terbuka Candi Prambanan, yang merupakan orkestra Australia pertama yang tampil di lokasi tersebut.

“Ketika Perdana Menteri Scott Morrison berada di Indonesia baru-baru ini, beliau mengatakan adalah prioritas baginya untuk mendorong hubungan yang lebih luas antara orang-orang muda dari kedua negara,” kata Duta Besar Quinlan.

“Saya senang melihat warga Australia dan Indonesia semakin mengenal satu sama lain melalui musik klasik dan saya berharap dapat melihat lebih banyak lagi kolaborasi semacam ini di masa depan, ” tambahnya.

Terkait dengan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk kerja sama Indonesia dan Australia di bidang Ekonomi Kreatif tersebut, pada saat itu disaksikan oleh Perdana Menteri Morrison dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Nota Kesepahaman ini menjadi dasar untuk meningkatkan kerja sama dalam sektor ekonomi kreatif antara Australia dan Indonesia, termasuk dalam musik dan seni pertunjukan.

Kunjungan MSO ini juga merupakan bagian dari program kerja sama yang sedang berlangsung di bawah perjanjian resmi antara Melbourne Symphony Orchestra dan Kantor Dinas Kebudayaan Yogyakarta, yang didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (rls/ysh)

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post