Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Masyarakat Teluk Duairi Ingin Penerangan jadi Kado Kemerdekaan

Ilustrasi: Seorang siswa belajar di malam hari dibantu cahaya lilin. (IST)

Selama ini warga Teluk Duairi pada umumnya masih mengandalkan pelita untuk penerangan di malam hari. Mereka berkeinginan bisa merayakan HUT Kemerdekaan RI dalam suasana kampung yang terang benderang saat malam hari.

WASIOR – KABARE.ID: Masyarakat di Distrik Teluk Duairi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menginginkan penerangan listrik menjadi kado ulang tahuh Kemerdekaan Republik Indonesia 2019.

“Masyarakat berharap wilayah mereka sudah bisa tersambung listrik dari PLN pada bulan Agustus mendatang. Warga setempat berkeinginan bisa merayakan HUT Kemerdekaan RI dalam suasana kampung yang terang benderang saat malam hari,” demikian seperti diberitakan Antara, Selasa (23/7).

Kepala Distrik Teluk Duairi, Derek Korwa mengatakan, PLN sejak awal tahun 2019 tengah melakukan pembangunan jaringan listrik ke wilayah Distrik Teluk Duairi yang meliputi Kampung Aisandami, Sobei Indah, dan Sobei Warayaru.

Menurut Derek pekerjaan jaringan induk berupa pemasangan tiang listrik dan kabel mulai dari Aisandami, selalu Ibukota Distrik hingga ke kampung Sobei Warayaru sepanjang kurang lebih 40Km sudah hampir rampung. “Tiang semua sudah berdiri dan kabel juga sudah dipasang. Kalau di Aisandami tinggal pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga yang belum,” kata Derek.

Warga berharap seluruh pemasangan jaringan dapat cepat selesai sehingga lampu di rumah mereka bisa menyala pada Agustus nanti.

Untuk diketahui, selama ini warga Teluk Duairi pada umumnya masih mengandalkan pelita untuk penerangan di malam hari. Di beberapa kampung termasuk di Aisandami telah memiliki generator pembangkit untuk penerangan di malam hari.

Namun, generator yang dibeli melalui dana desa itu masih sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Kalau BBM lancar, ya bisa terang (menyala) terus, tapi kalau BBM kurang, terangnya hanya enam jam dari pukul 6 sore sampai (pukul) 12 (sehabis itu) mati,” ujar Derek yang juga mantan Sekretaris Dinas PU Wondama ini. (*)

 

Sumber: Antara
Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post