Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Marsha Timothy Jadi Nyai Ontosoroh dalam Pentas Teater “Bunga Penutup Abad”

Artis Peran Marsha Timothy akan berperan sebagai Nyai Ontosoroh dalam pentas teater “Bunga Penutup Abad”. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Bermain dalam pentas teater bukan pengalam baru bagi Marsha Timothy, sebelumnya ia berperan sebagai Ida Nasution dalam lakon “Perempuan Perempuan Chairil”.

JAKARTA-KABARE.ID: Artis peran Marsha Timothy terlibat dalam pementasan teater “Bunga Penutup Abad” yang akan dipentaskan di Teater (Besar) Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada 17-18 November 2018.

Peraih penghargaan Aktris Terbaik di ajang Sitges International Fantastic Film Festival untuk film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak ini akan berperan sebagai Nyai Ontosoroh.

“Awalnya aku kapok naik panggung (teater), merasakan interaksi langsung dengan penonton, rasanya seperti sakit jantung. Ternyata setelah main ketagihan,” ujar Marsha dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Saat pertama kali diajak main oleh Happy Salma, selaku produser pementasan “Bunga Penutup Abad”, Marsha mengaku perlu waktu tiga hari untuk memutuskan menerima tantangan untuk berperan sebagai Nyai Ontosoroh.

“Aku butuh tiga hari untuk memutuskan, karena berfikir mampu atau tidak memerankan karakter sebesar Nyai Ontosoroh. Namun kesempatan langka ini pasti tidak datang dua kali,” ujar Marsha.
 

Para pemain dan produser pementasan teater "Bunga Penutup Abad". Ki-ka: Happy Salma, Marsha Timothy, Reza Rahardian, Chelsea Islan, Sabia Arifin, dan Lukman Sardi. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Dalam, “Bunga Penutup Abad”, Marsha akan beradu akting dengan Reza Rahardian yang berperan sebagai Minke, Chelsea Islan (Annelies), Lukman Sardi (Jean Marais), serta pemain cilik berbakat Sabia Arifin sebagai May Marais.

Bunga Penutup Abad adalah pementasan teater yang dialihwahanakan dari novel “Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa” yang termasuk dalam seri novel Tetralogi “Pulau Buru” karya Pramoedya Ananta Toer. Pementasan ini pernah digelar pada Agustus 2016 di Jakarta dan Maret 2017 di Bandung yang mencapai 2.653 penonton.

Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir kemudian mengutus seorang pegawainya, Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menemani kemanapun Annelies pergi.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies. Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh yang kemudian membuka pintu nostalgia antara mereka bertiga.

Cerita berakhir beberapa saat ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter. Ke Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya Jean Marais. Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post