Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Mandeh, Raja Ampatnya Sumatera Barat

Menikmati matahari terbenam di puncak Mandeh. (Foto: Kemenpar RI)

Jika Papua Barat punya Raja Ampat, maka Kabupaten Pesisir Selatan di Sumbar punya Mandeh yang tak kalah cantiknya.

SUMBAR-KABARE.ID: Mandeh di Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) punya cara tersendiri untuk mengisahkan keindahannya.

Ia adalah gugusan pulau melingkupi Traju, Sironjong Besar, Sironjong Kecil, Pulau Setan, hingga Pulau Cubadak yang seluruhnya masih alami. Semuanya seakan bercerita tentang sebuah surga yang masih tersembunyi.

Kawasan Wisata Bahari Terpadu yang sedang dikembangkan ini, masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Terletak 43 kilometer dari Kota Padang, Mandeh bisa ditempuh dengan jalur darat sekitar 2 jam perjalanan. Jalan mulus dan berkelok ditambah panorama alam yang indah menjadikan perjalanan menuju Mandeh sangat menyenangkan.


Ke arah utara kawasan tersebut, pengunjung bisa menikmati gugusan pulau yang terlihat melingkar seperti Pulau Pagang, Pulau Marak yang berdampingan dengan Sikuai, serta Pulau Bintangor.

Untuk menikmati gugusan pulau yang ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Terpadu oleh Presiden Joko Widodo pada 10 Oktober 2015 itu, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama dengan melakukan "island hopping", dimulai dengan menyewa perahu nelayan dari Dermaga Lama Carocok.

Di sana sudah ada beberapa pegiat wisata yang menawarkan paket-paket untuk perjalanan sehari (one day trip) mengelilingi kawasan Mandeh. Harganya pun beragam tergantung jumlah peserta yang ikut. Mulai dari Rp150 ribu per orang untuk kuota peserta trip sebanyak 10 orang.

“Harga menyesuaikan dari banyaknya peserta yang ikut. Harga itu sudah termasuk biaya sewa alat snorkeling dan makan siang yang dihidangkan di Pulau Setan,” kata Ryan Pramayoga salah satu operator jasa wisata di Mandeh, dalam keterangan resmi Kemenpar, Senin (4/2/2019).


Ryan menambahkan, semua kapal yang digunakan oleh operator jasa wisata di Mandeh telah dilengkapi dengan peralatan keselamatan standar seperti jaket pelampung. “Meskipun perairan di sini tenang, prosedur keselamatan tetap kami perhatikan. Supaya wisatawan nyaman berwisata,” katanya.

Bermodal mesin kapal 15 PK, Ryan bersama 300 pemilik kapal lainnya, yang dulunya nelayan, kini beralih menjadi operator jasa wisata. Mereka memanfaatkan nama Mandeh sebagai salah satu sumber penghasilan.

“Di sini ada spot snorkling dengan berbagai macam ikan dan biota laut yang bisa langsung dilihat. Juga ada spot kapal Belanda yang karam bisa dilihat dengan cara scuba diving,” katanya.

Tidak hanya itu, aktivitas "cliff jump" atau lompat dari tebing langsung ke laut bisa menjadi atraksi sendiri di Pulau Sironjong. Terdapat anak tangga yang mengantar kita ke puncak tebing. Tingginya pun bervariasi mulai dari 5 meter sampai 20 meter.

Cliff jump ini sudah sangat familiar. Akan tetapi wisatawan yang belum pernah melakukannya disarankan tidak melompat dari ketinggian 20 meter. Atau dengan kata lain hanya untuk yang sudah profesional saja,” kata Ryan.


Selain wisata bahari, wisatawan juga bisa menikmati Mandeh dengan melakukan trekking ke beberapa air terjun. Salah satunya Air Terjun Mandeh. Bila beruntung, wisatawan bisa berjumpa dengan kawanan monyet siamang, salah satu spesies kera hitam berlengan panjang yang hidup di pepohonan di kawasan Mandeh.

Sebagai penutup, wisatawan bisa melihat matahari terbenam di Puncak Mandeh. Di sana terdapat area khusus untuk melihat keindahan beberapa pulau di sekitar Mandeh. Ada juga tempat duduk nyaman yang bisa digunakan untuk bersantai.

Gimana, sudah tertarik untuk mengunjungi Raja Ampatnya Sumatera Barat? Jangan lupa untuk tetap menyayangi Mandeh dengan menjaga kelestarian dan keindahannya, ya! (rls/gun/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post