Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Makanan Ekstrem yang Biasa Ditemukan di Pasar Beriman Tomohon

Pasar Tomohon menjadi salah satu destinasi wisata di Sulawesi Utara yang kerap dikunjungi wisatawan.

Anda pecinta makanan ekstrem? Cobalah sesekali berkunjung ke Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara. Di sana, ada pasar yang terkenal sampai mancanegara sebagai pasar yang menyajikan berbagai kuliner ekstrem.

JAKARTA-KABARE.ID: Video anak kecil menyanyikan lagu "makan daging anjing dengan sayur kol" menjadi viral dan diperpincangkan publik. Salah satu yang dipermasalahkan adalah lirik makan daging anjing yang diperdebatkan oleh pemerhati hewan.

Namun tahukah Anda, jauh sebelum video tersebut viral, masyarakat Indonesia sudah mengkonsumsi makanan ekstrem. Bukan hanya daging anjing, masyarakat Indonesia, khususnya di Minahasa, Sulawesi Utara terbiasa mengkonsumsi daging hewan yang tak lazim, sebut saja kucing, kelelawar, tikus, biawak, monyet, sampai ular piton.

Ya, daging-daging hewan yang tak lazim itu bisa ditemui di Pasar Beriman Tomohon. Penduduk Minahasa memang dikenal sebagai pemakan beragam daging hewan. Survei Indiyah Wahyuni, dosen Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi pada 2005 menemukan, daging hewan yang paling disukai orang Minahasa adalah tikus dan babi. Sementara daging ayam dan sapi ada di urutan paling belakang.

Layaknya pasar daging, berbagai hewan yang disajikan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Namun, ada juga yang masih hidup. Berikut enam makanan ekstrem yang dijual di Pasar Beriman Tomohon beserta olahan masakaannya dilansir dari berbagai sumber.

Anjing, kucing, dan piton

Di Minahasa, olahan daging anjing dikenal dengan sebutan RW, singkatan dari Rintek Wuuk (bulu halus). Daging anjing dimasak dengan bumbu khas Minahasa, dapat juga dimasak dengan cabai, jahe, serai, kunyit, bawang merah, daun jeruk dan bumbu lainnya.

Selain anjing, di Pasar Beriman Tomohon banyak menyajikan daging kucing. Biasanya daging kucing dimasak seperti halnya daging anjing, yakni dengan beragam bumbu RW.

Sementara daging piton lebih sering dimasak rica-rica, yakni rasa pedas. Adapun bumbu-bumbunya antara lain cabe rawit, langkuas, minyak kelapa, bawang iris, daun jeruk, kemangi, dan serai. 

Tikus, kelelawar, dan biawak

Lebih dikenal sebagai kawok, tikus merupakan makanan yang cukup digemari masyarakat Minahasa. Namun, tidak semua tikus dapat diolah menjadi makanan. Tikus yang boleh diolah menjadi masakan adalah tikus yang ditangkap dari hutan yang mempunyai ekor berwarna putih.

Kawok umumnya dijual di pasar tradisional dan semuanya sudah dibakar (gosong dan kering), kecuali untuk bagian ekor. Pedagang sengaja menyisakan bagian itu karena merupakan salah satu cara pedagang untuk meyakinkan pembeli bahwa itu bukan tikus rumah. Agar lebih lezat, tikus biasanya dimasak dengan daun leilem. 

Di Sulawesi Utara juga terdapat satu makanan yang sedikit menyeramkan, namanya paniki. Makanan ini menggunakan daging kelelawar sebagai bahan utamanya. Di Pasar Beriman Tomohon, Anda akan menemukan banyak kelelawar yang disajikan dalam bentuk sudah dibakar.

Di hari-hari tertentu, Pasar Beriman Tomohon juga menyajikan daging langka dari berbagai hewan yang ada di hutan Sulawesi, termasuk biawak. Biawak ini biasanya dijadikan olahan makanan dengan bumbu khas Minahasa. Wow! (bas)

 

Sumber: Liputan6.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post