Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Makan Siang Ala Indonesia Bersama Kaum Tuna Wisma di Belgia

(kredit: KBRI Brussels)

Makan siang mungkin menjadi hal biasanya yang kita lakukan setiap hari, namun tidak demikian bagi para tuna wisma di Brussels, Belgia. Setiap hari adalah perjuangan, dari dinginnya udara dan angin, dan tentunya dari rasa lapar.

BELGIA-KABARE.ID: Warga Negara Indonesia, khususnya para wanita yang tinggal di Brussels yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussels menyelenggarakan makan siang bersama para tuna wisma ala Indonesia di Salvation Army di Kota Brussels.

Seperti Jakarta yang menjadi magnet bagi para pengemis dan tuna wisma dari berbagai daerah, Ibu kota Belgia, Brussels juga mengalami hal serupa, bahkan dengan jumlah yang jauh lebih banyak (sekitar 2.600 orang pada 2018).

Krisis migran, biaya hidup yang tinggi, serta sewa rumah yang terus meningkat, menjadi beberapa penyebab yang berkontribusi atas tingginya jumlah tuna wisma di Brussels.

Kegiatan sosial seperti makan siang bersama telah dilakukan setiap tahunnya sejak tahun 2016, oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussels, demikian seperti dikutip dari rilis KBRI Brussels yang dimuat Liputan6.com, Kamis (2/5/2019).

Jollys, salah seorang ibu tuna wisma dengan 4 orang anak sangat menikmati sajian yang telah disiapkan. Nasi goreng, sate ayam, dengan kerupuk dan sayur-sayuran, dilengkapi pastel sebagai makanan pembuka dan puding sebagai penutup, bagi Jollys ini makan siang kali ini benar-benar selayaknya makan di restoran.

Tanpa malu-malu, Jollys kembali mengantri untuk menambah. Selain Jollys, lebih dari 75 orang tuna wisma datang dan menikmati sajian ala Indonesia ini. Bagi mereka, acara ini lebih dari sekedar makan siang, mereka juga bercengkrama dan bergembira, dan tentunya mengenai makanan dan budaya Indonesia.

"Tahun ini Indonesia dan Belgia memasuki usia hubungan 70 tahun. Kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya mendekatkan masyarakat dari kedua negara dan memberikan manfaat langsung, tapi juga menjadi salah satu penyangga utama bagi kuatnya hubungan antar kedua negara," ujar Sandra Thamrin, Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussels.

"Ditambah lagi, untuk yang muslim, kegiatan ini dapat menjadi tempat untuk menambah keberkahan, berbagi rejeki serta kebersamaan," tambahnya.

Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussels, the Salvation Army dan Serve the City, keduanya merupakan organisasi nirlaba yang banyak membantu para tuna wisma di Brussels.

Belgia merupakan salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949. Selanjutnya Indonesia dan Belgia membuka untuk pertama kali perwakilannya di Jakarta dan Brussel untuk menandai dimulainya hubungan diplomatik keduanya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post