Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Makam Ulee Lheue Menyimpan Kisah Perih Tragedi Tsunami Aceh

Foto: Pesona travel

Makam Ulee Lheue bukan dibangun untuk mengingatkan masyarakat pada tsunami Aceh yang memilukan, tapi agar masyarakat waspada dan bisa belajar dari pengalaman pahit itu.

JAKARTA – KABARE.ID: Makam Ulee Lheue merupakan saksi bisu betapa menyeramkannya terjangan tsunami yang menyapu Aceh pada tahun 2004. Di sini ada 14.264 korban tewas yang dimakamkan. Makam ini berlokasi tidak jauh dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Jalan Pocut Baren no 30. Nama Ulee Lheue sendiri merujuk pada sebuah desa dan pelabuhan yang ada di dekatnya.

Sekilas memang tidak terlihat seperti makam kebanyakan yang cenderung menyeramkan. Dari bagian depan kita justru merasakan nilai seni yang kuat. Perpaduan antara budaya melayu dan aksara Arab menimbulkan kesan yang sejuk, jauh dari kata menyeramkan.

Selain didatangi peziarah, makam Ulee Lheue juga menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan saat bertandang ke Aceh. Bukan untuk bersedih, sebaliknya, di makam ini wisatawan diajak melihat betapa kuatnya masyarakat Aceh. Masyarakat Aceh membuktikan, mereka bisa kembali bangun dan menjalani kehidupan tanpa keluarga dan sahabat yang telah menjadi korban tsunami.

Masih di dalam lokasi makam massal ini, kurang lebih hanya terpaut 50 m, terdapat sebuah bangunan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa. Saat ini bangunan tersebut kosong dan rumah sakit Meuraxa sendiri dipindah ke tempat lain di Banda Aceh.

Siapapun boleh datang ke makam ini. Bahkan, walaupun makam Ulee Lheue lekat dengan sentuhan Islam, tak jarang masyarakat yang bukan Islam juga mampir untuk ikut mendoakan para korban.

Suasana Makam Ulee Lheue makin ramai menjelang tanggal 26 Desember saat keluarga dan sahabat para korban datang untuk memperingati tsunami Aceh yang terjadi di tanggal tersebut. Tidak cuma keluarga, wisatawan juga banyak yang berkunjung di tanggal 26 Desember lantaran saat ini peringatan tsunami Aceh telah menjadi atraksi wisata yang populer. (*)

 

Sumber: Pesona.travel

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post