Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ubah Limbah Air Rumah Potong Hewan jadi Energi Listrik

Hendra Surawijaya, Elfahra Casanza Amada, dan Rizhaf Setyo Hartono. (Foto: dok. UB)

Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya berhasil memanfaatkan limbah air Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menghasilkan alternatif listrik yang dinamakan Slaughtering House Waste Water atau Shower.

MALANG–KABARE.ID: Ketiganya adalah Hendra Surawijaya mahasiwa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 2016, Elfahra Casanza Amada (FKH 2017), dan Rizhaf Setyo Hartono mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2016.

Mereka dibimbing oleh drh. Ani Setianingrum, M.Sc dan didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

Shower merupakan inovasi rancang bangun alat pemanfaatan bakteri limbah air rumah potong hewan dengan konsep bernama Agar Salt Bridge. Mekanisme kerjanya yaitu air limbah RPH ditampung ke dalam chamber penyimpanan dan dicampur dengan Effective Microorganisme 4 (EM4) untuk menghilangkan bau. Air limbah yang sudah dicampur itu kemudian ditambahkan manitol salt agar dan garam elektrolit.

Ketua Tim, Hendra Surawijaya mengatakan, bakteri yang ada dalam chamber akan mengoksidasi substrat dan menghasilkan elektron dan proton pada anoda. Elektron ditransfer melalui sirkuit eksternal, sedangkan proton didifusikan melalui separator membran manitol salt agar menuju katoda. Beda potensial elektron dan proton akan menghasilkan arus listrik.

“Energi listrik yang dihasilkan dari limbah air Rumah Potong Hewan dapat menjawab tantangan zero waste dan mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Hendra sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Universitas Brawijaya.

Hendra menambahkan, Shower adalah sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan, efisien, murah, dan mudah digunakan. “Berdasarkan kelebihan tersebut alat ini memiliki potensi yang luar biasa untuk mengatasi ketenagalistrikan dan ketahanan energi di Indonesia sehingga mampu mewujudkan Sustainable Development Goals,” katanya.

Sekedar informasi, Pemerintah Indonesia menargetkan suplai listrik sebesar 100.000 MW pada 2025, dengan 23.000 MW di antaranya berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT. Hal inilah yang membuat pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 MW listrik berbasis EBT setiap tahun.

Namun, pengembangan energi listrik yang saat ini berkembang memanfaatkan sumber daya alam energi surya (solar cell), angin, panas, dan air yang memiliki kekurangan yaitu dapat menyebabkan kerusakan lingkungan pada rumah kaca, over heating, tergantung pada faktor cuaca dan harga yang relatif mahal.

Teknologi Shower diharapkan menjadi solusi penyediaan energi listrik yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan RPH, karena bau limbah air yang tidak sedap bisa menjadi alternatif energi baru dan terbarukan. (bas)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post