Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mahasiswa Universitas Airlangga Ubah Daun Ashitaba jadi Obat Terapi Luka Bakar

Akhmad Afifudin Al-Anshori, Muhamad Kharis Suhud, dan Alif Noviana Ismi. (Foto: dok. Universitas Airlangga)

Bagian daun ashitaba mengandung zat flafonoid, tannin, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan senyawa itu mampu membantu memperbaiki kerusakan sel akibat induksi luka bakar.

JAKARTA-KABARE.ID: Tiga orang mahasiswa Universitas Airlangga berhasil membuat obat terapi luka bakar dari daun ashitaba (angelica keiskei) dalam bentuk gel.

Ketiganya adalah Akhmad Afifudin Al-Anshori mahasiswa FKH angkatan 2016, Muhamad Kharis Suhud mahasiswa FKH angkatan 2017, dan Alif Noviana Ismi mahasiswi FF angkatan 2016.

Alif selaku ketua tim peneliti mengatakan bahwa bagian daun ashitaba mengandung zat flafonoid, tannin, dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan senyawa itu mampu membantu memperbaiki kerusakan sel akibat induksi luka bakar.

“Kandungan antioksidan yang ada di daun ashitaba juga mampu memicu produksi kolagen, sehingga dapat mengurangi gejala inflamasi seperti rasa sakit, kemerahan, dan bengkak,” ujar Alif, seperti dikutip Kabare dari laman Kemenristekdikti, Rabu (12/6/2019).

Obat terapi ini dibuat dalam bentuk gel. Menurut Afif, obat terapi luka bakar jenis tersebut lebih digemari masyarakat karena lebih mudah kering ketika digunakan dan memberikan rasa dingin di kulit.

“Sediaan gel (juga) mempunyai kadar air yang tinggi, sehingga dapat menghidrasi stratum corneum,” ujarnya.

Afif mengatakan bahwa uji coba pemberian obat terapi luka bakar itu telah dilakukan pada tikus wistar yang diinduksi luka bakar dan menunjukan hasil yang signifikan.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah dalam meningkatkan kesehatan kulit yang mengalami luka bakar, serta menjadi referensi ilmiah terkait kemampuan nanopartikel daun ashitaba yang dibuat dalam sediaan nanoethosomal gel dan menjadi rujukan bagi kesembuhan luka bakar pada penelitian dengan model hewan coba tikus,” tandasnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post