Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mahasiswa Unair Mengembangkan Polisi Tidur sebagai Sumber Energi

Ilustrasi: pengendara motor melintasi polisi tidur. (Foto: Radar Jogja)

Mahasiswa Universita Airlangga berhasil mengembangkan prototype yang dapat mengubah tekanan yang didapatkan polisi tidur menjadi sebuah energi listrik.

JAKARTA-KABARE.ID: Tiga mahasiwa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan prototype yang dapat mengubah tekanan yang didapatkan polisi tidur menjadi sebuah energi listrik. Inovasi dengan nama Eye-Seer (Eco – Friendly Speedbump Energy Resource) ini dikembangkan oleh Muhammad Rizaldi, Muhammad Fajar Faliasthiunus Pradipta, dan Siti Nurun Nafisah.

Ketiga mahasiswa program studi fisika tersebut berhasil mendapatkan silver medal dalam kompetisi International Malaysia-Indonesia-Thailand Symposium on Innovation and Creativity 2019 (IMIT SIC 2019) yang berlangsung di Princess of Naradhiwas University, Naradhiwat, Thailand, pada 16-18 Juni 2019.

Fajar selaku perwakilan tim mengungkapkan bahwa pilihan polisi tidur sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk menghasilkan energi, berkaitan dengan semakin tingginya pengguna kendaraan bermotor di Indonesia. “Semakin tingginya pengguna kendaraan bermotor, mengakibatkan semakin tinggi juga frekuensi kendaraan yang melintas di jalan raya. Secara tidak langsung akan banyak kendaraan yang melintasi polisi tidur yang berada di jalan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Kamis (18/7).

Fajar menjelaskan soal besaran yang dihasilkan oleh sebuah prototype dan kemudahan dalam perakitan, selain juga tidak banyak membutuhkan peralatan. “Alat yang dibutuhkan speedbump, alat pengonversi generator magnet dan kapasitor. Untuk perakitannya cukup dengan pengelasan. Dengan kemudahan yang didapatkan, sebuah alat dapat menghasilkan energi sebesar 40V dalam sekali kayuhan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia dan timnya masih menemukan kendala prototype yang belum maksimal. “Sampai saat ini kami sedang mencari desain dan rumus yang cocok guna memaksimalkan kerja dari generator yang ada, sehingga dapat menghasilkan energi yang lebih besar,” imbuhnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post