Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Mahasiswa UGM Ubah Limbah Sabut Kelapa jadi Cindera Mata Cantik

Coco lurik, cindera mata berbentuk boneka cantik yang dibuat dari limbah sabut kelapa. (IG: cocolurikkalibiru)

Potensi kelapa yang melimpah di Indonesia melahirkan ide untuk membuat cindera mata berbahan limbah sabut kelapa.

JAKARTA-KABARE.ID: Sekelompok mahasiswa UGM menyulap limbah sabut kelapa di Dusun Kalibiru, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta menjadi kerajinan yang bernilai tinggi.

Mega Putri Pranatasari, mahasiswa FIB UGM mengatakan, limbah sabut kelapa selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. “Kebanyakan limbah sabut kelapa hanya dibuang maupun dibakar saja,” kata Mega, dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Rabu (10/7).

Menurut Mega, Dusun Kalibiru memiliki potensi kelapa yang sangat besar. Dalam setiap pekarangan warga terdapat setidaknya 8 hingga 20 pohon kelapa yang mampu menghasilkan 400 buah kelapa sekali panen.

Melihat kondisi itu dia bersama dengan temannya dari FIB yaitu Akhmad Khanif, Yola Ninda Dwi Woro Dyah Sehnur, Arkan Syafera, serta Nailia Ziyada Rahma dari Fakultas Teknik berinisatif melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kalibiru. “Kita juga berikan pelatihan pengemasan produk, pemasaran, hingga pembukuan akuntansi,” kata Mega.

Program pemberdayaan yang dilakukan itu menghasilkan tiga produk unggulan, yakni Coco-Lurik Bag, Coco-Lurik Keychain, dan Coco-Lurik Aromatherapy Doll. “Ketiga produk ini memanfaatkan bahan sabut kelapa dan kain lurik sebagai hiasan pada setiap produk sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya,” tambah Akhmad.

Dia berharap dengan adanya program Coco-Lurik ini tidak hanya dapat membantu optimalisasi limbah sabut kelapa dan pengembangan Desa Wisata Kalibiru. Namun, juga meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Kalibiru. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post