Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Mahasiswa Sorong Ikut Pelatihan Kewirausahaan Bekraf

Amir Hamzah mewakili Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif menyampaikan sambutan pada pembukaan BYTE di M Kyriad Hotel Sorong, Kamis (25/4/2019). (Foto: Bekraf/ Devi Octavia)

Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya di kalangan pengusaha milenial dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.

SORONG-KABARE.ID: Sejumlah mahasiswa di Sorong mengikuti program pengembangan kapasitas Bekraf Young Technology Entrepreneurs (BYTE) yang diselenggarakan di M Kyriad Hotel Sorong, Papua Barat, pada 25-26 April 2019.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf, Poppy Savitri mengatakan bahwa BYTE merupakan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang fokus pada optimalisasi strategi bisnis di era digital.

“Melalui pelatihan ini diharapkan kemampuan mahasiswa Sorong meningkat, mampu mempertahankan hingga bersaing mengembangkan bisnisnya,” ujar Poppy dalam keterangan resmi Bekraf, Kamis (25/4).

Poppy menambahkan, Sorong merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Papua yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2016. Sebagai KEK, Sorong diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

“Untuk itu perlu terus dibangun ekosistem yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi digital di kalangan mahasiswa Sorong, salah satunya melalui BYTE,” ujar Poppy.

Menurut Poppy, selain memiliki potensi geoekonomi di sektor perikanan dan perhubungan laut, Sorong dinilai sebagai pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata Raja Ampat.

“Oleh karenanya banyak peluang bisnis baru yang hadir di tengah masyarakat. Diharapkan dengan mengikuti acara ini pengusaha milenial di Sorong dapat menangkap peluang bisnis tersebut,” ujarnya.

Poppy menambahkan BYTE diselenggarakan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. Sejumlah informasi yang diberikan antara lain edukasi desain produk, memahami konsep bisnis, melakukan foto produk, presentasi produk yang baik, dan bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang di pasar.

Sejumlah narasumber yang ikut berkontribusi dalam acara ini antara lain: CEO Giamomoe, Firstman Marpaung; Creative Director BD+A Design, Qisthas Tsana Noeman; Founder Aksi Nusantara, Frans Bona Simanjuntak; Creative Director, Yohanes S. Suladji; Art and Creative Director, Carlo Alexander; dan Founder Android.id, Agus Hamonangan.

Poppy menjelaskan, BYTE menargetkan sekitar tiga ratus pengusaha milenial dari lima kota, yakni Jember, Manado, Kupang, Batam dan Sorong yang mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya akan dipilih lima puluh peserta yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Peserta yang terpilih akan mendapatkan pelatihan untuk memperkuat platform bisnisnya. Dukungan Bekraf akan dilanjutkan pada sepuluh peserta terbaik untuk mendapatkan pelatihan intensif dalam mematangkan konsep bisnisnya,” ujarnya.

Pada akhirnya mereka akan diseleksi kembali menjadi 3 terbaik yang akan mendapatkan fasilitasi Business Development Program. Kedepannya ke tiga orang ini dapat mengikuti program di kedeputian lain di Bekraf, seperti Bekup, Be-X, Go Start-Up Indonesia, dan lainnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post