Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Mahasiswa ITB Raih Juara 1 Jamkrindo Hackathon 2019

Tim ITB juara di Jamkrindo Hackathon 2019. (Foto: Humas ITB)

Tim ITB menciptakan aplikasi bernama Jepret yang berguna sebagai pelengkap dan pembaharu data UMKM di Indonesia.

JAKARTA - KABARE.ID: Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menjadi juara 1 Jamkrindo Hackathon 2019, sebuah kompetisi skala nasional yang diselenggarakan oleh Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) di Jakarta pada 9 – 13 Juli 2019 lalu.

Dalam kompetisi tersebut, Tim ITB menciptakan aplikasi bernama Jepret yang berguna sebagai pelengkap dan pembaharu data UMKM di Indonesia.

Cara kerja aplikasi tersebut adalah dengan mengajak masyarakat untuk melakukan peninjauan dan pendokumentasian UMKM yang ada di sekitarnya.

Pada aplikasi Jepret, pengguna dapat melihat daftar UMKM di sekitarnya dan saat berada di salah satu UMKM, pengguna dapat menjawab beberapa pertanyaan untuk memenuhi data UMKM pada database Jamkrindo.

Setelah menjawab pertanyaan, pengguna akan diarahkan untuk menjepret alias memfoto lokasi usaha. Jepretan atau hasil foto pengguna ini akan dianalisis lebih lanjut dengan memvalidasi data yang diterima.

Aplikasi tersebut dibuat oleh Cornelius Yan Mintareja (IF 16) sebagai ketua tim, Feby Eliana Tengry (STI 17), Christzen Leonardy (IF 16), Gabriel Bentara Raphael (IF 16), dan Muhammad Aditya Hilmy (STI 17).

Mengangkat tema “Smart Access Technology”, Jamkrindo Hackathon 2019 merupakan kompetisi yang dirancang untuk menyelesaikan masalah internal Jamkrindo.

Jenis kompetisi ini yakni hackathon di mana peserta diminta merealisasikan ide yang telah diajukan dalam waktu 48 jam.

Peserta kompetisi ini berasal dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, masyarakat umum, bahkan start-up.

Dijelaskan Cornelius, perlombaan ini terdiri dari tahap pengumpulan proposal serta tahap final. Dari 41 proposal yang diterima, hanya 10 tim yang masuk ke tahap hackathon.

Kesepuluh tim kemudian merealisasikan ide mereka serta mempresentasikan hasilnya di depan juri. Dari 10 tim, 3 di antaranya adalah dari mahasiswa, sisanya peserta yang sudah bekerja.

Fitur-fitur penting aplikasi Jepret telah diujicobakan pada final Jamkrindo Hackthon. Fitur ini meliputi verifikasi dan review, yang dapat diakses untuk jenis usaha UMKM di sekitar pengguna.

Foto yang diinput akan diproses dengan teknologi image processing untuk validasi data. Kemudian juga terdapat dashboard Jamkrindo di mana pihak Jamkrindo dapat melihat data UMKM dan menyetujui pinjaman yang diajukan UMKM yang telah lengkap datanya.

Terakhir, terdapat laporan hasil data analytics di mana pihak Jamkrindo dan UMKM dapat melihat semua laporan hasil analisis data. Fitur insentif pengguna juga tak kalah menarik karena tentu akan banyak bermanfaat bagi pengguna.

"Kami sangat bersyukur bisa dapat pencapaian ini. Gak nyangka bisa jadi juara 1, malah sempat pesimis awalnya,” tutur Feby, salah satu anggota tim dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare, Jumat (9/8/19). 

Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman berharga ini memberi banyak insight baru. Seperti ternyata banyak kegiatan di sekitar yang masih dapat dioptimasi dengan perkembangan teknologi.

"Ide-ide kreatif sangat berharga dan kita sebagai generasi muda harus terus berinovasi untuk membantu menyelesaikan masalah di sekitar dengan mengintegrasikan teknologi," tandasnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post