Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Lukisan Seniman Kelas Dunia Dipajang di Bandara Soeta

Ganica the Red Elephant karya Erika Hestu Wahyuni di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta. (Twitter/ andreOPA)

Di dunia seni, nama Erica Hestu Wahyuni sudah tidak diragukan lagi. Karya alumni Institut Seni Rupa Indonesia dan Institut Seni Surikov, Rusia ini sudah menghiasi berbagai pameran lukisan di banyak Negara.

JAKARTA-KABARE.ID: Seniman kelas dunia, Erica Hestu Wahyuni memajang tiga lukisannya di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Ketiga karya tersebut antara lain: Ganica the Red Elephant, Valley of The Walfare of The Universe, dan Valley of Hope.

Erica dalam keterangan tertulis, Kamis (27/12/2018), mengatakan bahwa kehadiran lukisan itu mampu mempercantik dan meningkatkan kenyamanan bandara.

“Orang selama ini ke bandara ya sudah gitu saja, tapi di sana banyak yang nunggu lama. Jadi saya ingin bandara bisa menjadi suatu wadah yang lebih luas. Tidak sekedar ruang duduk dan transit, tapi bisa menikmati karya-karya seni secara gratis dan mengedukasi masyarakat,” kata Erica.

Tiga lukisan berukuran 2,55 x 2,55 meter, masing-masing mengandung makna yang bisa mengedukasi para penikmatnya.

Baca juga: Glow, Serial Pendek untuk Menginspirasi Ibu-ibu di Indonesia

Salah satunya, lukisan berjudul Valley of The Walfare of The Universe yang menyampikan pesan kesehatan jiwa raga sangat penting bagi kelangsungan membina kesejahteraan alam semesta. Bunyi pesan itu kira-kira: Tubuh yang sehat dan kuat akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang dan positif.

Tak hanya tiga lukisan, Erica juga mengaku akan menambah tiga lukisan lagi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan ukuran yang lebih besar. Rencananya, penambahan lukisan ini akan dilakukan pada 25 Januari 2019.

Dia juga berencana meminjamkan piano miliknya untuk dipajang di bandara. Hal ini terinspirasi saat dirinya singgah di Bandara Internasional Schiphol, Belanda. Piano miliknya juga akan dilukis terlebih dahulu sebelum dipajang.

“Waktu saya transit di sana ada piano dan orang di sana kan bisa main musik, memainkan piano sambil tunggu transit, sehingga bandara bisa lebih hidup. Ke depannya, harapan saya bandara suatu saat bisa jadi ruang galeri,” tandasnya. (bas)

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post