Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Lukisan Dinding Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia 

Lukisan figuratif berumur 40.000 tahun, ditemukan di gua-gua di ujung timur pulau Borneo. (Nature / Luc-Henri Fage)

Lukisan dinding tertua di dunia ditemukan di kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur.

JAKARTA-KABARE.ID: Lukisan tersebut berupa gambar cadas atau lukisan figuratif dengan karya seni yang enigmatis. Hasil penelitian menyebutkan bahwa lukisan itu berusia 40.000 tahun.

Gua-gua yang terdapat di kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Mangkalihat, memang menyimpan potensi dan aset peninggalan peradaban masa prasejarah, khususnya lukisan gua.

Gua-gua tersebut menyimpan serangkaian gambar purba seperti tangan manusia (stensil), hewan, simbol-simbol abstrak, dan motif-motif yang saling berhubungan.

Gambar cadas tertua yang diketahui penanggalannya adalah gambar seekor hewan yang tidak teridentifikasi, kemungkinan merupakan spesies banteng liar yang hingga kini masih ditemukan di pedalaman hutan Kalimantan.

Salah satu cara untuk menyajikan perkiraan usia pembuatan gambar cadas ialah menggunakan penanggalan dengan metode uranium-series yang dilakukan terhadap sampel kalsium karbonat yang dikumpulkan dari gambar cadas. Perkiraan usia ini dipimpin oleh spesialis penanggalan gambar cadas dari Universitas Griffith, Maxime Aubert.

Spesialis gambar cadas dari Arkenas, Adhi Agus Oktaviana mengatakan, gambar tapak tangan di Kalimantan tampak menunjukkan usia yang sama.

“Hal ini memberi kesan bahwa tradisi gambar cadas Zaman Paleolitik pertama kali muncul di Kalimantan sekitar 52.000 dan 40.000 tahun yang lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (9/11/2018).

Hasil penanggalan ini juga mengindikasikan bahwa terdapat perubahan besar pada budaya seni gambar cadas Kalimantan sekitar 20.000 tahun yang lalu ditunjukkan dengan adanya gaya baru dalam seni gambar cadas, termasuk beberapa gambaran manusia, ketika iklim global pada Zaman Es mencapai tingkatan yang paling ekstrim.

Dr. Adam Brumm dan Maxime Aubert mengungkapkan artikel di Nature yang dipublikasikan oleh Arkenas pada tahun 2014. Dalam artikel tersebut tertulis bahwa gambar cadas yang serupa muncul di Sulawesi pada 40.000 tahun lalu. Sulawesi terletak di tepi Eurasia dan merupakan “Batu Loncatan” yang sangat penting antara Asia dan Australia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, publikasi secara resmi yang telah dimuat oleh Jurnal Nature merupakan salah satu bentuk pengakuan dunia internasional terhadap warisan budaya leluhur Indonesia.

“Dan tentunya kita harus bangga dengan hal itu, salah satunya dengan upaya pelestarian,” ungkap Mendikbud saat memberikan sambutan di dalam Peluncuran Hasil Temuan Lukisan Dinding Tertua di Dunia, di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, (8/11/2018).

Dalam penelitian ini terdapat 15 orang yang tergabung antara lain 3 orang peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 1 orang dari Institut Teknologi Bandung, 4 orang dari Griffith University, 4 orang dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur, 1 orang dari Queensland University, dan 2 orang dari Australian Synchrotron Victoria. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post