Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Lombongo, Tempat Bersemayamnya Burung Maleo

Seorang wisatawan sedang menelusuri objek wisaya Lembongo. (Foto: Kemenpar RI)

Burung maleo merupakan endemik khas Sulawesi yang memiliki sifat loyal dan setia. Istimewanya, sejak ditetaskan hingga menetas dari telur, anak burung maleo sudah hidup mandiri.

GORONTALO - KABARE.ID: Lombongo merupakan lokasi wisata pemandian mata air panas yang terletak sekitar 19 km ke sebelah timur dari pusat kota Gorontalo.

Kolam pemandian air panas alami ini bisa dinikmati kerena adanya aktivitas geothermal di sekitar kawasan Lombongo. Lokasinya yang berbatasan dengan hutan konservasi juga merupakan daya tarik tersendiri.

Destinasi wisata satu ini menjadi pilihan berlibur masyarakat Kota Gorontalo, bahkan belum lama ini Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meninjau tempat tersebut untuk melihat keindahannya. Dalam kunjungan itu, Menpar melakukan penanaman pohon yang disebut sebagai pohon asuh. Setelah itu, Menpar melakukan pelepasliaran burung maleo.

Burung maleo merupakan endemik khas Sulawesi yang memiliki sifat loyal dan setia, mandiri serta memiliki produktivitas yang tinggi. Burung maleo berkembang biak dengan cara bertelur, ukurannya 6 kali lebih besar dibanding telur ayam. Istimewanya, sejak ditetaskan hingga menetas dari telur, anak burung maleo sudah hidup mandiri.

Burung Maleo. (Foto: Kemenpar RI)


Penggiat wisata di Lombongo melakukan penyelamatan terhadap telur burung Maleo. Biasanya telur dapat ditemukan di kedalaman tanah sekitar 200 meter, lalu masyarakat sekitar melakukan tindak penyelamatan berupa konservasi sehingga telur terhindar dari serangan predator. Biasanya, masyarakat pelaku konservasi juga melakukan pelepasliaran hewan ini.

"Atraksi di Gorontalo sangat menarik. Sejak kemarin, saya telah menyaksikan tarian dan nyanyian yang sangat apik. Selain itu, wisata alamnya juga unik, Lombongo merupakan salah satunya," ujar Menpar Arief Yahya usai melakukan pelepasliaran burung maleo, Minggu (6/10/2019)

Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Puo, mengatakan bahwa pihaknya berharap agar kedatangan Menpar dapat menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan pariwisata di Gorontalo.

"Menpar telah melihat sendiri salah satu hewan endemik Sulawesi yakni burung maleo. Sebenarnya masih banyak lagi hewan endemik yang bisa disaksikan disini antara lain hiu paus, monyet Gorontalo, kuskus beruang Sulawesi, babi rusa, dan lain-lain. Kekayaan floranya juga luar biasa. Maka kami bisa mengatakan dengan bangga bahwa Gorontalo sudah siap dikunjungi wisatawan," ujar Hamim. (*/bas)

Basakoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post