Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Liburan Akhir Tahun, Kawasan Gunung Bromo Raup Rp 1,9 Miliar

Pemandangan Gunung Bromo saat matahari terbit. (Foto: Kemenpar)

Selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meraup penghasilan sebesar Rp1,9 miliar.

JAKARTA-KABARE.ID: Jumlah itu didapat dari kunjungan wisatawan dan kendaraan yang masuk ke kawasan Gunung Bromo, melalui tiga pintu masuk, yakni Resort Coban Trisula Kabupaten Malang, Resort Tengger Lautan Pasir Kabupaten Probolinggo, dan Resort Penanjakan Kabupaten Pasuruan.

"Itu pendapatan dari pengunjung yang masuk melalui tiga pintu masuk, belum termasuk yang pendakian ke Semeru dan komunitas," kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kennedie, dalam keterangan resmi, Jumat (4/1/2019).

Adapun jumlah kunjungan ke kawasan Gunung Bromo pada libur Tahun Baru 2019 sebanyak 32.423 orang. Terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 134 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 32.289 orang. John optimistis kunjungan ke kawasan Gunung Bromo terus meningkat seiring dengan meningkatnya sarana dan prasarana wisata di kawasan tersebut.

"Sapras di Bromo makin bagus dan banyak alternatif kunjungan seputaran Bromo antara lain adanya Desa Wisata Edelweis dan Seruni Point di Cemorolawang," katanya.

Baca juga: Batik Air Buka Jalur Penerbangan Jakarta-Banyuwangi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Jatim), Sinarto mengatakan bahwa ke depan Pemprov Jatim akan memberikan berbagai dukungan bagi kawasan tersebut. Misalnya dengan membantu menyelenggarakan atraksi wisata, sehingga dapat mengundang wisatawan lebih banyak lagi.

"Kalau di sana itu basisnya kebudayaan dan pariwisata. Kita coba membantu memperkuat karakter atau identitas yang jelas sehingga bisa memperkuat identitas budaya Singosari," kata Sinarto.

Atraksi tersebut, lanjutnya, bisa dengan model pertunjukan dan pameran atau atraksi lain sesuai karakter KEK Singosari. Sehingga nantinya bisa menjadi disertifikasi yang lain atau melengkapi kebudayaan yang dianggap menjadi hilir kepariwisataan di Jatim. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post