Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Lebih dari 70 orang Keterbatasan Fisik Bekerja di Standard Chartered

Mita Sampaguita Lamiran, Head External Communication & Public Affairs Standard Chartered Indonesia. (Kabare.co/ Baskoro)

Standard Chartered telah mempekerjakan lebih dari 70 orang dengan keterbatasan fisik. Di antaranya 7 orang bekerja di Jakarta. Tidak heran bila MURI di tahun 2012 memberikan penghargaan kepada Standard Chartered atas prestasi memperkenalkan ATM pertama disablitas di Indonesia.

Jakarta - Berdasarkan data hasil riset dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menyebutkan, estimasi jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebesar 12,15℅, dan hanya 51,12℅ yang turut berpartisipasi dalam pasar kerja Indonesia. Sedangkan non-penyandang disabilitas mencapai 70,40℅.

Rendahnya jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal menjadi salah satu perhatian Standard Chartered bersama perusahaan BUMN saat membentuk Jejaring Bisnis & Disabilitas Indonesia (JBDI) di Jakarta, Jumat (16/12).

Mita Sampaguita Lamiran, Head External Communication & Public Affairs Standard Chartered Indonesia memaparkan, kebijakan inklusif (perlakuan sama rata) untuk orang dengan keterbatasan fisik gencar dilakukan Standard Chartered. Hingga saat ini Standard Chartered di seluruh dunia telah mempekerjakan lebih dari 70 orang dengan keterbatasan fisik, dimana 7 di antaranya bekerja di Standard Chartered Jakarta.

Penyandang disabilitas memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka tidak mau dikasihani, mereka hanya butuh difasilitasi untuk bisa bekerja sama seperti pekerja lainnya. Di Standard Chartered penyandang disabilitas bahkan menjadi motivasi bagi pekerja normal lainnya, sehingga pekerja memiliki rasa malu jika hendak bermalas malasan karena penyandang disabilitas di Standard Chartered sangat giat dan selalu tepat waktu.

Komitmen Standard Chartered untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif tersebut membuat semua karyawan dapat bekerja maksimal dan memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan. Semua gedung baru atau gedung yang direnovasi Standard Chartered harus dapat diakses dengan mudah oleh orang dengan keterbatasan fisik. Para manajer juga harus memiliki akses langsung ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung anggota timnya yang memiliki keterbatasan fisik.

Kepedulian terhadap disabilitas ini membuahkan hasil yang baik terhadap perusahaan. Bahkan tahun 2012 Standard Chartered Indonesia menerima penghargaan MURI atas prestasi memperkenalkan masin ATM pertama untuk orang dengan keterbatasan fisik di Indonesia.
 

 

Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post