Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Labuan Bajo: Tanah Sengketa, Sampah dan Kesejahteraan Masyarakat

Presiden Jokowi memimpin Ratas mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo di Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo, Senin (20/1). (Foto: Humas Setkab/Anggun)

Masih banyak tanah sengketa di Labuan Bajo, khususnya di Manggarai Barat yang belum diselesaikan, sehingga menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan menjadi penghambat bagi investor.

LABUAN BAJO – KABARE.ID: Santer diberitakan bahwa Labuan Bajo akan dijadikan daerah Pengembangan Destinasi Superpremium yang dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia, khususnya masyarakat lokal di sana.

Namun ternyata masih banyak tanah sengketa di Labuan Bajo, khususnya di Manggarai Barat yang belum diselesaikan, sehingga menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan menjadi penghambat bagi investor.

“Ini mungkin untuk Pak Gubernur, Pak Bupati mengenai masih banyaknya tanah sengketa yang ada di sini. Ini tolong menjadi catatan karena ini juga menjadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di sini,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Labuan Bajo, Senin (20/1).

Jokowi meminta bahwa sengketa tersebut diselaraskan antara hukum adat dan hukum positif yang dimiliki oleh pemerintah.

Tercemar Sampah

Masalah sengketa lahan bukanlah satu – satunya yang dirasakan masyarakat lokal. Masalah lainnya adalah sampah yang didatangkan oleh kapal – kapal besar.

“Jangan sampai di sini hanya membuang sampahnya, menikmati, dan membuang sampahnya, tetapi masyarakat di sini tidak mendapatkan sebuah pemanfaatan dari datangnya kapal-kapal besar yang masuk,” kata Jokowi.

Terkait sampah baik yang di darat maupun di laut, Jokowi memerintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat gerakan untuk pembersihan sampah. Jokowi juga meminta Kementerian PUPR membuat infrastruktur untuk pembuangan sampah yang baik.

“Meskipun belum banyak tetapi harus mulai kita bersihkan sebelum menjadi sebuah jumlah yang sangat banyak,” kata Jokowi.

Air Baku, Promosi dan Keamanan

Soal air baku, Jokowi meminta Menteri PUPR menyiapkan tambahan untuk air baku karena ini juga menjadi salah satu keluhan dari para pemilik-pemilik hotel yang ada di Labuan Bajo.

“Kemudian yang terakhir, yang berkaitan dengan promosi. Saya kira target kita akhir tahun 2020, apabila semuanya sudah rapi, sudah tertata, promosi secara besar-besaran saya minta segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk digelarnya event-event internasional yang menarik para wisatawan agar datang ke Labuan Bajo,” kata Jokowi.

Di akhir pengantar, Jokowi menyampaikan agar disiapkan organisasi baik dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu dalam hal memberikan keamanan para wisatawan.

“Paling tidak kalau mereka melihat di sini ada SAR-nya, ada BNPB-nya rasa aman, rasa nyaman itu akan muncul karena memang bisa kita lihat kesiapan kita dalam mengatasi hal-hal seperti itu,” pungkas Jokowi.

Turut hadir dalam Rapat Terbatas kali ini di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri BUMN, Kepala BNPB, Kepala BASARNAS, Gubernur NTT, dan Bupati Manggarai Barat. (*/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post