Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Kuda Renggong, Ikon Pariwisata Sumedang

Pesona 111 Kuda Renggong disambut meriah ribuan penonton. (Foto: Kemenpar)

Atraksi 111 Kuda Renggong yang digelar di lapang sepakbola Desa Kertamekar, Kecamatan Tanjung Kerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018) berlangsung meriah.

SUMEDANG-KABARE.ID: Ribuan penonton memadati lokasi pertujukan yang sudah dimulai pukul 08.00 pagi. Ke-111 Kuda Renggong tersebut, kompak bergoyang, berjingkrak, menari, dan bermain silat mengikuti irama musik. Paduan antara kendang dan waditra gamelan menghasilkan suara yang menarik.

Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengatakan bahwa pertunjukan ini cukup menghibur dan menjadi atraksi pariwisata yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuannya, tentu untuk mengembangkan potensi wisata budaya di Kabupaten Sumedang. Saya berharap ini bisa menjadi agenda tahunan, sehingga bisa menarik wisatawan dari luar daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (14/12/2018).

Baca juga: Pawai Budaya Indonesia Memeriahkan KKI 2018

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Masawita yang juga anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq menuturkan, 111 kuda yang tampil dalam pertunjukan itu berasal dari Sumedang dan sekitarnya. Kuda-kuda tersebut berada di bawah naungan Yaskures, yang diketuai Kang Asep Cepot.

"Yaskures sendiri memiliki 300 anggota, dengan total Kuda Renggong yang dibina mencapai 600 ekor. Semua tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan, selama ini wilayah Sumedang memang dikenal sebagai daerah yang kaya seni dan budaya. Khususnya yang berkaitan dengan kuda.

“Kesenian Kuda Renggong sudah menjadi ikon pariwisata Sumedang yang patut dibanggakan dan dilestarikan. Bukan sekadar kesenian rakyat, atraksi Kuda Renggong terbukti mampu menjadi suguhan yang menarik minat wisatawan,” ujarnya, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, Sumarni.

Baca juga: Barongsai Meriahkan Kongres Kebudayaan Indonesia

Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan menambahkan, Kuda Renggong bisa dikemas lebih menarik, tanpa merusak nilai-nilai yang terkandung pada kesenian tersebut. Pengemasan unsur dalam struktur pertunjukkan seni Kuda Renggong harus ditata sedemikian rupa, sehingga memenuhi standar global.

“Kita bisa perhatikan mulai dari desain kostum kuda dan para pawang kuda. Koreografi para penari dan aransemen musik pengiringnya juga harus ditata. Dengan demikian, semua akan terlihat lebih keren dan menjadi sajian yang luar biasa,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi setiap pertunjukan berbasis budaya. Menurutnya, masyarakat sebagai komponen penting dalam pariwisata, harus mengambil perannya dalam menjaga dan mengangkat budaya setempat. Kemudian mengemasnya, sehingga menjadi sajian menarik yang dapat mendatangkan wisatawan.

“Namun, culture value harus didukung oleh commercial value. Dengan demikian, kebudayaan dapat menghasilkan economi value yang kuat. Budaya itu, semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” tandasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post