Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kuartal III-2016, Laba Bersih BCA Tembus Rp 15,1 triliun

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaadmadja (kedua kiri) saat melakukan paparan hasil kinerja sembilan bulan pertama Bank BCA di Jakarta, Rabu (26/10). (Antara Foto/Rivan Awal Lingga)

Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp15 triliun pada 9 bulan pertama 2016. Angka ini naik 13,2% dari Rp13,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jakarta - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang moderat dan masih lemahnya aktivitas bisnis, BCA menutup periode 9 bulan pertama 2016 dengan peningkatan pendapatan operasional yang sehat. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, saat melakukan paparan hasil kinerja sembilan bulan pertama Bank BCA di Jakarta, Rabu (26/10).

"Pencapaian tersebut didukung pertumbuhan berkelanjutan dari dana pihak ketiga (DPK) dan keseluruhan aset produktif disertai penerapan prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset," ujarnya.

Sementara itu, outstanding portofolio kredit mencapai Rp386,1 triliun pada akhir September 2016, naik 5,8% YoY (year-on-year). Sementara kredit konsumer tercatat sebesar Rp106,4 triliun, meningkat 8,1% YoY.

Dalam portofolio kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 7,3% YoY menjadi Rp62,2 triliun, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) meningkat 9,5% YoY menjadi Rp34,6 triliun dan kartu kredit naik 8,6% YoY menjadi Rp9,7 triliun.

Adapun kredit korporasi mencapai Rp133,3 triliun, naik 5,7% dibandingkan posisi yang sama tahun 2015. Kredit komersial dan UKM tercatat sebesar Rp146,5 triliun, meningkat 4,4% YoY. 

Di tengah perlambatan ekonomi, rasio kredit bermasalah (NPL) BCA meningkat menjadi 1,5% pada akhir September 2016, dibandingkan 0,7% pada akhir September 2015.

Menurutnya, rasio NPL tersebut tetap stabil apabila dibandingkan triwulan sebelumnya. Di samping itu, dalam sembilan bulan pertama 2016, perseroan juga membentuk tambahan biaya cadangan sebesar Rp3,1 triliun untuk mempertahankan kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan, sehingga rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah mencapai 201,0%.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post