Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

KPAI: Anak Usia Sekolah Rentan Jadi Korban Perundungan di Media Sosial

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti (tengah). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

KPAI, menganggap perundungan merupakan isu yang serius karena ada kasus perundungan yang berujung bunuh diri akibat korban tidak bisa menahan dirundung secara berulang dalam jangka waktu panjang.

JAKARTA-KABARE.ID: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan bahwa perundungan di dunia maya atau cyberbullying sama saja dengan perundungan di dunia nyata, bahkan dampaknya bisa lebih dahsyat.

"Komentar negatif di dunia maya berasal dari orang yang tidak dikenal dan menyebar secara luas, dibaca banyak orang. Mereka (pelaku perundungan) tidak tau tetang kita, tahunya, hal buruk saja," kata Retno dalam acara peluncuran trailer dan soundtrack film AIB #Cyberbully di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Anak usia sekolah menurutnya sangat rentan menjadi korban perundungan di media sosial. Bahkan, di Riau ada kasus perundungan yang berujung bunuh diri akibat korban tidak bisa menahan dirundung secara berulang dalam jangka waktu panjang.

KPAI, menganggap perundungan merupakan isu yang serius dan orang tua, harus memiliki kepekaan terhadap anak-anak, baik yang menjadi pelaku maupun korban perundungan. Biasanya, kata dia, pelaku perundungan tidak menyadari yang dilakukannya membuat orang lain tertekan.

"Anak kecil dalam mengelola emosi berbeda dengan orang dewasa. Mereka belum memiliki kemampuan itu. Kalau mengadu, dianggap cuma sepele. Karena itu, orang tua harus mendampingi dan mendukung serta mencari solusinya bersama," katanya.

Ia juga mengimbau agar orang tua memperhatikan penggunaan gawai pada anak. Pengawasan bertujuan mencegah anak-anak terpapar dari segala jenis kekerasan dan pornografi. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post