Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Koreografer Korea Selatan Angkat Masalah Identitas Pria dan Wanita Modern di IDF 2018

Karya koreografer Korea Selatan, Eun-Me Ahn bertajuk “Let me change your name”. Dalam karya ini, Ahn mempertanyakan identitas dan kelas sosial pria dan wanita modern. (Sumber: IndonesianDanceFestival)

Festival tari bertaraf internasional, Indonesian Dance Festival (IDF) kembali diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada 6-10 November 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Mengusung tema Demo/Cratic Body: How Soon is Now? Festival dua tahunan ini diikuti seniman dari dalam dan luar negeri, di antaranya Korea Selatan, Singapura, India, Jerman, Meksiko, Australia, dan Prancis. Sementara seniman dari dalam negeri datang dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, Banyumas, Papua, Malang, Riau, Lampung, dan Kalimantan Timur.

Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan bahwa pentingnya pengembangan rasa, tak hanya pengembangan pikir, dalam diri manusia. Ia mengatakan, sifat jiwa manusia itu berisikan beberapa corak warna yang dapat digolongkan menjadi dua pokok, yaitu sifat etik dan sifat estetik atau baik dan indah, atau luhur dan halus.

“Seni, termasuk seni tari, adalah wahana yang efektif untuk mengembangkan keluhuran dan kehalusan dalam diri insan,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam sambutannya saat membuka IDF 2018 yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro di Teater (Besar) Jakarta, TIM, Selasa (6/11/2018).

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro membacakan sambutan Gubernur DKI Jakarta saat pembukaan IDF 2018, di Teater Besar, TIM, Selasa (6/11/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Dalam keterangan resmi yang diterima Kabare.id, Ketua Yayasan Seni Budaya Jakarta, Slamet Rahardjo Djarot mengatakan bahwa karya cipta seni menyiratkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan yang selaras dengan ruang, waktu, dan peristiwa budayanya. Melalui acara IDF 2018, nuansa-nuansa nilai luhur kemanusiaan dalam kehidupan akan tersirat dalam karya cipta seniman lokal, regional, maupun global sesuai latar belakang budaya yang mereka miliki.

“Dengan demikian, pertunjukan yang ditampilkan akan turut menyakinkan dunia tentang dasar berpikir Rakyat Indonesia yang menyakini pengertian bahwa perbedaan itu indah,” ujar Slamet Rahardjo.

Baca juga: Marsha Timothy Jadi Nyai Ontosoroh dalam Pentas Teater “Bunga Penutup Abad”

Pada hari pertama penyelenggaraan IDF 2018, dipentaskan karya koreografer asal Korea Selatan, Eun-Me Ahn dengan judul “Let me change your name”. Pentas tari berdurasi 75 menit ini mencoba mempertanyakan identitas dan kedudukan manusia di dalam masyarakat modern melalui permainan dengan pengulangan dan pertentangan.

Adegan dibuka dengan pergerakan slow motion beberapa penari yang kemudian berubah menjadi gerakan cepat, di mana para penari “berselancar” di atas panggung. Adegan ini didukung transisi lighting yang apik, meskipun menggunakan latar suara yang monoton.

Dalam keterangan resmi, dijelaskan bahwa antara kegelapan dan cahaya tajam, kostum hitam putih dan bewarna-warna terang; antara ritus dukun dan peragaan busana, kekhusyukan dan kelakar; gerakannya membebani diri sendiri, terus mengulang, tak jarang menghipnotis sampai kesurupan.

Baca juga: Viu Angkat Masalah Anak Muda di Serial “KZL”

Dalam ritme kalang kabut, kesembilan penampil, termasuk Eun-Me Ahn sendiri, berganti kostum--di atas panggung menampilkan agedan ‘setengah telanjang’--seraya berganti kulit, seiring dengan pergantian gender mereka.

Mereka menari hingga melepaskan diri dalam gerakan untuk menciptakan tubuh unik tunggal bersama-sama. Mereka pudar, terhisap ke dalam kumpulan kolektif, tetapi mereka hadir dalam kepribadian masing-masing yang terlihat sangat jelas diutarakan.

Ketika lampu dipadamkan, tanda pertunjukan telah usai, riuh tepuk tangan penonton menggema di gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki yang berkapasitas 1.200 kursi penonton. Untuk membalas riuh tepuk tangan penonton tersebut, para penari kemudian kembali menampilkan sedikit gerakan ‘nyeleneh’ yang membuat penonton tertawa lepas. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post