Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Konser Musikal “Cinta Tak Pernah Sederhana” Sajikan 25 Karya Puisi Penyair Indonesia

Produser dan pemain "Cinta Tak Pernah Sederhana". Happy Salma, Reza Rahardian, Atiqah Hasiholan, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Sita Nursanti, dan Teuku Rifnu Wikana. (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

Titimangsa menghadirkan produksi ke-30 bertajuk “Cinta Tak Pernah Sederhana”, sebuah pementasan konser musikal yang mengangkat puisi-puisi cinta Indonesia.

JAKARTA-KABARE.ID: Titimangsa Foundation akan menggelar pementasan konser musikal puisi-puisi cinta bertajuk “Cinta Tak Pernah Sederhana” pada tanggal 16 dan 17 Maret 2019 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Konser musikal ini akan menampilkan 25 karya puisi penyair Indonesia, mulai dari karya Amir Hamzah, Chairil Anwar, hingga pujangga baru yang penggalan karya puisinya dijadikan dialog dan nyanyian dalam pementasan.

“Sebelum terpilih (25 puisi), ada lebih dari 100 puisi-puisi cinta yang saya kurasi, mulai dari puisi karya Amir Hamzah, Chairil Anwar hingga pujangga muda,” ujar Agus Noor, sutradara pementasan ini dalam konferensi pers di Kantor Balai Pustaka, Matraman, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Agus menuturkan, sebelum terpilih tema cinta, sebetulnya ada beberapa alternatif cerita. Namun ia memantapkan untuk memilih cerita cinta, dimulai dari dunia tercipta, kemudian adanya Adam dan Hawa, hingga kehidupan manusia pada masa kini.

“Gagasan itu relevan, karena puisi saat ini menjadi mainan politik. Di tengah suasana panas, kami ingin menghadirkan puisi yang menyejukkan,” ujar Agus Noor.

Menurutnya, secara konsep, puisi yang disusun jadi alur drama musikal rasanya belum pernah dipentaskan sebelumnya. Ia pun mengaku cukup kesulitan dalam mengerjakan proyek seni ini. “Lumayan kewalahan, karena saya harus memilih puisi yang pas untuk adegan musikal, tarian, juga dialog, dan dibatasi durasi 2 jam,” ujarnya.

Baca juga: Kelas Akting Titimangsa Pentas di TIM

Konser Musikal “Cinta Tak Pernah Sederhana” adalah pementasan karya ke-30 Titimangsa. Dalam kesempatan ini, Titimangsa bekerja sama dengan penerbit karya sastra Indonesia, Balai Pustaka yang sudah berdiri sejak tahun 1917.

Achmad Fachrodji, Direktur Utama PT. Balai Pustaka (Persero) mengatakan, banyak puisi terbaik karya pujangga Indonesia terserak di rak buku Balai Pustaka dan tidak berbunyi karena tidak dibunyikan.

“Namun, dalam konser musikal ini, puisi-puisi tersebut akan dibunyikan oleh selebriti papan atas Indonesia. Harapannya (setelah pementasan ini), masyarakat Indonesia menjadi lebih mencintai karya-karya sastra Indonesia yang berperan dalam membangun karakter bangsa yang cerdas dan berbudaya,” ujar Fachrodji.

Baca juga: Review Pentas Teater Bunga Penutup Abad 2018

Happy Salma, pendiri Titimangsa Foundation yang juga produser pementasan ini menjabarkan sejumlah artis dan seniman yang terlibat, antara lain Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana dan Butet Kartaredjasa.

Konser musikal ini menghadirkan pula sutradara dan aktor teater kawakan Wawan Sofwan dan Iswadi Pratama, serta penyair Warih Wisatsana yang akan berperan sebagai Narator.

Kemudian di barisan penyanyi, ada Daniel Christianto, Sruti Respati, Heny Janawati, dan pemain harpa Indonesia Maya Hasan. Pementasan ini juga didukung oleh Iskandar Loedin sebagai penata artistik, aktris Handradjasa sebagai penata rias dan Hagai Pakan sebagai penata kostum.

Pemain-pemain dalam pementasan ini hampir semua bernyanyi dengan diiringi musik dari penata musik Bintang Indrianto dan koreografi garapan koreografer Josh Marcy. Pemain dalam pementasan ini juga akan mengenakan busana yang khusus dibuat oleh designer Biyan dan menggunakan kain tenun Baron.

“Kostum yang digunakan para pemain dalam pementasan ini bukan kostum yang sudah jadi, melainkan dibuat khusus mengikuti postur tubuh dan karakter tokoh,” ujar Happy Salma. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post