Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Konser 30 Tahun KLa Project

KLa Project suguhkan penampilan istimewa dalam konser 30 tahun berkarya yang bertajuk 'Karunia Semesta', di JCC, Rabu (5/12) malam. (Imam Husein/Jawa Pos)

KLa Project baru saja berulang tahun yang ke-30 pada 5 Desember 2018. Selebrasi pun dirayakan dengan menghelat konser bertajuk Karunia Semesta di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018) malam.

JAKARTA-KABARE.ID: Sekitar pukul 20.30 WIB, Katon beserta Lilo dan Adi langsung menggebrak dengan 3 lagu hit mereka termasuk satu diantaranya, Gerimis. Memasuki lagu keempat, Katon pun menyapa para penggemar dengan berterima kasih.

"Selamat malam semuanya, kami terima kasih banyak 30 tahun hadir di peta musik Indonesia. Weekdays, hari Rabu, tapi kalian penuhi tempat ini. Izinkan kami menjemput impian bersama kalian 30 tahun ke depan lagi," ujar Katon sebelum nyanyikan tembang Menjemput Impian.

Baca juga: Seni Mural Hias Kantor Kemendikbud

Tepat 30 lagu dibawakan dalam 30 tahun konser KLa Project. Selain Gerimis dan Menjemput Impian, banyak hit dilantunkan malam itu. Sebut saja, Anak Dara, Laguku, Terpurukku disini, Lepaskan, Romansa, Lagu Baru, Meski tlah jauh, Rentang Asmara, Radio, Pasir Putih dan banyak lagi.

Kejutan-kejutan yang disuguhkan adalah hadirnya para bintang tamu ternama seperti Isyana Sarasvati, Yenny Wahid, Is 'Pusakata', penyanyi latar KLa Project yaitu Sisca, serta drummer lama mereka Ari Burhani. Ini menjadi kolaborasi nostalgia dan spektakuler bagi grup asal Jogjakarta tersebut.

"Melihat KLa Project itu selalu seru, dari awal sampai sekarang. Terbukti 30 tahun KLa Project masih berjaya," kata Sisca.

"Dulu pas masih SMA, kita masih band baru, tapi udah sombong punya backing vocal. Sisca dulu masih 12 tahun ya," canda Lilo.

Baca juga: “Bali: Beats of Paradise” Dapat Sambutan Hangat di Filipina

Selain menyanyikan 30 lagu, konser Karuna Semesta juga diwarnai dengan nuansa budaya Indonesia. Hadir dalam konser ini kolaborasi penari Jawa dan Bali di lagu KLa Project. Ada juga unsur musik tradisional yang mencerminkan KLa yang membumi.

Tata cahaya panggung yang dramatis dengan dominan cahaya biru dan ungu pun menghangatkan suasana. Terlebih saat kolase foto perjalanan KLa 30 tahun ditampilkan di layar belakang panggung.

Lagu Yogyakarta dan Tak Bisa ke Lain Hati pun menjadi tembang pamungkas yang epik. Balutan unsur tradisional membuat Jogjakarta yang istimewa semakin dirindukan. Suara penonton yang ikut bernyanyi bersama pun menyaingi suara sang vokalis.

'We want more' pun diteriakkan oleh para KLanese, tak rela harus mengakhiri kebersamaan malam itu. Sekitar pukul 23.30 WIB, lagu Tentang Kita pun menjadi encore yang apik sebelum seluruh personel KLa Project dan tim di balik Karunia Semesta undur diri dan berterima kasih dari atas panggung.

Baca juga: Permainan 5.000 Angklung Dapat Rekor Dunia

Usai konser, di belakang panggung pun ketiganya masih tampak enerjik. Lilo tak henti melemparkan guyonan-guyonan kecil seperti di atas panggung. Satu diantara mereka yang jarang terlihat bicara adalah Adi Adrian. Namun, dia bersyukur di akhir acara.

"Tadi kami happy, kami main happy. Penonton juga antusias ramai. Tiket juga terjual habis. Kami bersyukur sekali. Jadi, sangat bahagia dengan 30 tahun," ucap Adi yang diamini Katon dan Lilo.

"Saya bersyukur, baru kali ini setelah 30 tahun main musik, dikasih PR nyanyi banyak, range vokalnya seperti 30 tahun lalu sesuai dengan CD-nya. Padahal setahu saya kalau orang main live music, band profesional pun, kayak Coldplay, itu diturunkan setengah nada, ini nggak. Bahkan, ada lagu-lagu seperti Jogja, itu malah dinaikkan lagi supaya bisa masuk sama musik pentatonis. Luar biasa sih," tutup Katon.

JawaPos.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post