Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kongres Bahasa Indonesia XI Menghasilkan 22 Rekomendasi

Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI di Jakarta. (Foto: Kemdikbud)

Bahasa Indonesia merupakan identitas kebangsaan yang selayaknya menjadi kebanggaan bersama. Maka, segala persoalan mengenai kebahasaan tidak boleh dianggap remeh.

JAKARTA-KABARE.ID: Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI menghasilkan 22 rekomendasi. Pertama terkait penginternasionalan bahasa Indonesia.

"Perlu ditegaskan kembali keberadaan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Penginternasionalan Bahasa Indonesia," kata Djoko Saryono, Ketua Tim Perumus KBI XI dalam keterangan resmi yang dikutip Kabare.id, Jumat (2/11/2018).

Selain itu, Pemerintah didorong untuk dapat menertibkan penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan di sekolah serta harus memperkuat pembelajaran sastra di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan karakter dan literasi dengan memanfaatkan berbagai perangkat digital dan memaksimalkan teknologi informasi. Kemendikbud diharapkan dapat menetapkan jumlah karya sastra yang wajib dibaca oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat memperluas penerapan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di berbagai lembaga pemerintah dan swasta. Pemerintah juga harus menegakkan peraturan perundangan-undangan kebahasaan dengan mendorong penerbitan peraturan-peraturan daerah yang memuat sanksi atas pelanggaran.

Kemudian, pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat harus meningkatkan kebanggaan berbahasa Indonesia dalam berbagai ranah kehidupan seiring dengan peningkatan penguasaan bahasa daerah dan bahasa asing.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mengintensifkan pendokumentasian bahasa dan sastra daerah secara digital dalam kerangka pengembangan dan perlindungan bahasa dan sastra. Serta mengembangkan sarana kebahasaan dan kesastraan bagi penyandang disabilitas demi terwujudnya ekosistem yang inklusif.

"Pemerintah gencar membangun infrastruktur fisik, ini perlu dilengkapi oleh bahasa dan sastra sebagai infrastruktur lunak," ujar Djoko.

Badan Bahasa wajib melakukan pemantauan, koordinasi, dan evaluasi terhadap pelaksanaan putusan Kongres Bahasa Indonesia XI serta melaporkannya dalam Kongres Bahasa Indonesia XII di tahun 2023. Masyarakat umum dapat mengunduh materi dan hasil KBI melalui laman kbi.kemdikbud.go.id.

Sembilan subtema yang menjadi landasan perumusan rekomendasi kongres, di antaranya (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; (2) Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik; (3) Bahasa, Sastra, dan Teknologi Informasi; (4) Ragam Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Ranah Kehidupan; (5) Pemetaan dan Kajian Bahasa dan Sastra Daerah; (6) Pengelolaan Bahasa dan Sastra Daerah; (7) Bahasa, Sastra, dan Kekuatan Kultural Bangsa Indonesia; (8) Bahasa dan Sastra untuk Strategi dan Diplomasi; dan (9) Politik dan Perencanaan Bahasa dan Sastra.

Menyoal masih maraknya penggunaan bahasa asing di ruang publik, Kepala Badan Bahasa menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 bukan dimaksudkan agar masyarakat menjadi anti bahasa asing. Namun, masyarakat harus dapat mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia.

Sesuai dengan rekomendasi kongres, hal ini termasuk dalam penerbitan jurnal-jurnal akademik di perguruan tinggi. "Kita harus bisa menerbitkan jurnal berbahasa Indonesia bereputasi internasional," ujar Dadang Sunendar. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post