Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Komunitas Animal Pop Family, Melatih Mental dengan Pertunjukan Terbuka

Penari-penari muda yang tergabung dalam Animal Pop Family menari dalam rangkaian IDF 2016, di Plaza Teater Kecil, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (2/11).

Pengaruh budaya asing tidak selamanya buruk, salah satunya perkembangan dan kegemaran budaya hip-hop di Indonesia. Kegemaran tersebut kemudian membentuk sebuah garapan baru yang mencoba memadukan unsur tradisional ke dalam budaya hip-hop, salah satunya Komunitas Animal Pop Family.

Jakarta - Diambil dari tari hasil karya penari asal Jayapura. Animal yang berarti binatang kerap menjadi inspirasi dalam tarian tradisional Animal Pop Family. Musik hip-hop yang keluar dari sebuah perangkat komputer menghentak mengiringi gerakan tarian Animal Pop. Gerakan yang terlihat patah patah namun memiliki power tersebut menjadi daya tarik pengunjung bioskop di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bisa dimaklumi, pasalnya latihan yang dilakukan komunitas Animal Pop Family berada di pojokan dekat tempat masuk gedung bioskop.

“Biar sekalian melatih mental anggota,” ujar Jecko Siompo, pendiri komunitas sekaligus penari yang ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (02/11).

Di tempat orang berlalu lalang tersebut mau tida mau, para anggota harus rela latihannya ditonton oleh orang sekitar. Bahkan, orang tua yang mengantar anaknya berlatih dapat melihat proses belajar anaknya.

Secara tidak langsung, aktitas menari memiliki manfaat untuk perkembangan tubuh maupun konsentrasi. Meski bukan materi pelajaran yang dapat mendongkrak nilai Ujian Nasional, menari akan menampung seluruh emosi yang ada di dalam tubuh, alhasil konsentrasi ikut terasah.

Di sisi lain, kegiatan menari merupakan salah satu aktifitas yang dapat menyimpan memori di dalam tubuh. “Saat menari, tulang atau pori-pori akan menyimpan memori,” ujar Jecko.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post