Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kominfo Wondama Sowan ke Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio

Kominfo Wondama Sowan ke Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio. (Foto: Kabartimur.com)

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat berencana memperluas jangkauan siaran Rasio Sasar Wondama (RSW) agar bisa menyasar seluruh distrik dan kampung di daerah itu.

MANOKWARI-KABARE.ID: Sejak berdiri pada 2009 silam, radio milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang bersiaran pada chanel 103.50 FM itu menjadi salah satu sarana penyimpanan informasi dan hiburan bagi masyarakat di kabupaten berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua itu.

Namun karena perangkat yang belum memadai, RSW yang dipancarkan dari kawasan Perumahan Pemda di Manggurai sejauh ini baru bisa melayani kawasan seputar kota Wasior dan sekitarnya.

Untuk alasan itu, Kepala Dinas Kominfo Teluk Wondama, Rusman Tingginehe bersama sejumlah staf menyambangi Kantor Loka Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Manokwari yang beralamat di kawasan Reremi Puncak Manokwari, Kamis (13/6/2019).

Kantor itu merupakan unit pelaksana teknis (UPT) dari Kementrian Kominfo pada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Tugas lembaga ini adalah melakukan pengawasan dan pengendalian penggunaan spectrum frekuensi radio yang meliputi pengamatan, deteksi sumber pancaran, monitoring, penertiban, evaluasi, dan hal-hal terkait lainnya.

Kunjungan itu dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait pengurusan izin frekuensi serta penambahan jangkauan siaran RSW. Rombongan Dinas Kominfo Wondama diterima oleh Koordinator Sarana dan Pelayanan Feike Latuheru dan Koordinator Penertiban Nesser Warwey.

“Kami ingin mengetahui secara pasti bagaimana prosedur pengurusab izin radio serta bagaimana pengembangan jangkauan siaran Radio Sasar Wondama supaya bisa menjangkau lebih luas lagi ke seluruh wilayah Teluk Wondama,” kata Tingginehe, sebagaimana diberitakan oleh Kabartimur.com, Jumat (14/6/2019).

Terkait hal itu, Kantor Loka Monitoring Spectrum Frekuensi menyarankan agar sebagiknya peralatan penyiaran RSW diganti dengan peralatan yang telah memiliki sertifikasi yang sah. Sebab sertifikasi peralatan menjadi syarat wajib untuk bisa mengurus izin frekuensi.

“Semua peralatan yang dipakai dalam penyiaran harus memiliki sertifikasi. Tanpa itu, maka izin frekuensi maupun izin siar tidak bisa dikeluarkan,” kata Faike Latuheru.

Dalam kesempatan itu Kantor Loka Monitoring juga menyampaikan kanal frekuensi untuk siaran radio untuk wilayah Teluk Wondama. \

“Untuk Wondama ada tiga kanal frekuensi yang bisa dipakai. Di luar dari kanal itu tidak bisa karena nanti bisa saling bertindisan dengan wilayah lain. Untuk itu maka sudah dibagi setiap wilayah dengan kanal frekuensi masing-masing,” jelas Nasser Warwey.

Rencananya rombongan Dinas Kominfo Wondama akan berkunjung pula ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Papua Barat untuk urusan yang sama. (Nday)

 

Sumber: http://kabartimur.com/2019/06/14/kominfo-wondama-sambangi-kantor-loka-monitor-spektrum-frekuensi-radio/

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post