Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Komang, Kopi Manggis yang Bisa Sembuhkan Penyakit Beser

Ilustrasi: minuman kopi. (pixabay.com)

Komang adalah singkatan nama dari kopi manggis yang dibuat Hariadi untuk menyembuhkan penyakit beser yang dialaminya. Awalnya ia hanya mengkonsumsi kulit manggis secara utuh.

GRESIK-KABARE.ID: Ketabahan berujung berkah, begitulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan Hariadi (39), warga Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Putat Wetan RT2, RW5, NO 27A, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

Berawal dari iktikad untuk mengobati penyakit beser (sering buang air kecil) yang dialaminya, Hariadi berhasil mengubah limbah kulit buah manggis menjadi ekstrak kopi yang memiliki aroma dan cita rasa yang tak kalah dari seduhan kopi biasa.

“Sekitar dua tahun saya kena beser. Sempat berobat medis, tapi enggak sembuh-sembuh, kemudian beralih ke pengobatan herbal. Nah, saat berobat herbal itu, saya kemudian disarankan untuk mengkonsumsi manggis sebagai obat,” ujar Hariadi di Gresik, Kamis (5/4), dikutip Kompas.com.

Lantaran tidak ingin bosan saat mengkonsumsi kulit buah manggis, Hariadi mencoba mengkreasi dengan bantuan sang istri, Handayani (39). Hasilnya mereka berhasil meracik kulit buah menggis menjadi ekstrak kopi. Keberhasilan itu tentu berdampak bagi kesehatan hariadi, perlahan penyakit beser yang dialaminya mulai sembuh.

“Kabar kesembuhan saya rupanya didengar tetangga dan teman-teman. Mereka kemudian meminta saya membuat ekstrak kopi ini, yang sejak 2013 lalu saya perjualbelikan dengan nama Komang, singkatan dari Kopi Manggis,” kata Hariadi.

Baca juga: Kopi Indonesia Diserbu Pengunjung Travel Revolution 2018

Hariadi kemudian menjual Komang di warung miliknya dengan dua jenis, pertama minuman kopi yang diseduh, kedua dijual dalam bentuk bubuk agar dapat dibawa pulang. Satu cangkir Komang seduh ukuran kecil dihargai Rp5 ribu. Sementara untuk ukuran gelas besar dihargai Rp7 ribu.

Dengan kabar yang terus berkembang, Komang hasil olahannya lambat laun mendapat atensi dari masyarakat yang mengalami penyakit serupa. Bahkan sejumlah pelanggan dengan penyakit lainnya seperti, gangguan kolesterol, kadar gula tinggi (hipertensi), dan wasir juga datang untuk mencicipi khasiat Komang.

“Enak kok rasanya, enggak kalah dengan kopi biasa. Makanya, banyak warga di sini maupun yang dari luar mencoba, dan kemudian balik lagi pada kesempatan berikutnya,” kata Samsul Ma’arif (40), tetangga Hariadi.

Sejak mulai banyak dikenal orang, Hariadi mengaku banyak mendapat pesanan untuk membuat Komang. Ia mengatakan, pesanan tersebut tidak hanya berasal dari lingkup kota yang ada di Jawa Timur, tetapi sudah merambah ke beberapa kota lain, meski masih terbatas di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Memang belum maksimal, sebab saya promosi juga kurang. Masih sebatas lewat kenalan, teman, maupun warga di sini yang merantau,” katanya seraya menambahkan belum berani memasarkan Komang hasil temuannya secara massif lantaran masih terkendala dengan biaya untuk mematenkan hal itu. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post