Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Klorokuin Bukan Obat Pencegah Covid-19, Ini Bahayanya Jika Dikonsumsi Sembarangan

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. (Foto. infopublik.id)

Jika dikonsumsi tanpa resep dokter, obat klorokuin bisa menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari mual, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan irama jantung.

JAKARTA - KABARE.ID: Sejak pemerintah mengumumkan akan mempersiapkan 3 juta butir klorokuin untuk digunakan bagi pasien virus corona atau Covid-19, banyak masyarakat yang latah memburu klorokuin di apotek dan secara online.

Mereka beranggapan bahwa meminum klorokuin bisa mencegah infeksi virus corona. Padahal, ini salah besar.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, telah menegaskan bahwa klorokuin bukanlah obat untuk mencegah infeksi virus corona, sehingga masyarakat tidak perlu membeli dan menyimpan klorokuin sendiri.

“Klorokuin adalah obat keras. Penggunaan obat ini harus menggunakan resep dan mendapatkan pengawasan dokter. Obat ini hanya untuk perawatan pasien di rumah sakit, tidak untuk diminum sendiri di rumah,” tegas Yurianto di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Lantas apa saja efek samping yang didapat jika masyarakat tetap nekat mengkonsumsi obat klorokuin tanpa resep dokter.

Dikutip dari kompas.com, Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Nafrialdi, PhD, SpPD, angkat bicara.

Dokter Nafrialdi mengatakan, jika dikonsumsi tanpa resep dokter, obat klorokuin bisa menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari mual, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan irama jantung.

"Masalahnya kalau (klorokuin) digunakan oleh orang yang tidak punya pengetahuan atau kewenangan, (orang tersebut) hanya akan mengumpulkan efek samping," ujar dr Nafrialdi. (*)
 

Sumber: Kompas.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post