Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

KKP Rilis Film “Akulah Samudera"

Film “Akulah Samudera” bercerita tentang kisah Biru Maharani mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya, yang menjadi harapan bagi penggugah, pelestari, dan pelindung laut Indonesia.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan film dokumenter “Akulah Samudera”, di kanal youtube KKP, Ditjen PRL, Direktorat Jasa Kelautan, dan Nevsky Visual Kreasi pada Minggu (12/7/2020).

Film “Akulah Samudera” bercerita tentang kisah Biru Maharani mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya, yang menjadi harapan bagi penggugah, pelestari, dan pelindung laut Indonesia.

Film yang diproduseri Dexandra Bayu bersama Kirana Kejora dan disutradarai oleh Ara Dwi Sagara ini diproduksi bersama Direktorat Jasa Kelautan sebagai bentuk kepedulian untuk memajukan masyarakat pesisir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Aryo Hanggono mengungkapkan film cerita pendek ini sengaja dibuat dalam versi drama dokumenter. Pesan utamanya adalah penyadartahuan terhadap pentingnya ekosistem pesisir dan laut bagi masyarakat.

“Luas laut kita menguasai hampir 2/3 wilayah Indonesia. Namun, pengelolaan sumberdaya pesisir belum memberikan manfaat yang berarti untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya, sementara keberadaannya semakin rentan. Kerentanan inilah yang diangkat dalam film cerita pendek berjudul Akulah Samudera," ungkap Aryo di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Kondisi pesisir yang semakin menurun dan degradasi ekosistem menjadi awal dari cerita Sang Biru untuk mengetahui sejarah Desa Kaliwilingi di Kabupaten Brebes dengan hutan mangrove yang sudah menjadi kawasan Ekowisata Desa Wisata Mangrove Sari. Desa wisata ini telah memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Mangrove memiliki berbagai nilai dan manfaat, di antaranya sebagai pendukung dan habitat keanekaragaman hayati, serta sumber nafkah masyarakat. Mangrove sebagai peredam banjir, mencegah intrusi air laut ke darat, menstabilkan garis pantai dan kontrol erosi, menciptakan sabuk hijau di pesisir (coastal green belt) telah mengembalikan negeri masyarakat Pandansari, Kaliwilingi.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda setelah menyaksikan film pendek ini mengakui bahwa film ini mampu menggugah hati. “Pembelajaran seperti Pandansari ini, yang sedang dikembangkan oleh Direktorat Jasa Kelautan, Ditjen PRL, KKP.

Kawasan ekosistem mangrove dan lainnya perlu dikelola secara optimal, selain ekosistem berfungsi sebagaimana mestinya, dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dari pemanfaatan jasa sumberdaya kelautan dan perikanan. Melalui program desa wisata bahari (Dewi) Mangrove Sari, kondisi kawasan pesisir dan masyarakat akan lebih terangkat menjadi lebih baik.” ujar Huda dengan penuh semangat.

Film dokumenter Akulah Samudra (I am the Ocean) juga akan tayang di acara Indonesia Canada Congress pada saat perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun ini di Ottawa, Kanada. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post